Lomba Mural RRI Kupang Jadi Wadah Ekspresi Seni dan Kreativitas Pelajar
- 15 Sep 2026 16:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Lomba seni mural yang diselenggarakan RRI Kupang Selasa,15 september 2025,menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat seni melalui karya visual. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan kemampuan yang diperoleh di sekolah dalam sebuah karya yang dapat diapresiasi masyarakat.
Guru pembimbing SMK Negeri 2 Kupang, Hary Luji Haba, mengatakan tim sekolahnya yang terdiri dari empat siswa mengangkat tema radio dalam karya mural yang dibuat. Konsep tersebut menggambarkan perkembangan radio dari masa ke masa, mulai dari radio tabung hingga perkembangan radio dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui smartphone.
“Konsepnya kami menceritakan perubahan radio, baik dari segi manfaat, bentuk, maupun peran radio itu dari masa ke masa,” ujar Hary.
Menurut Hari, karya tersebut dibagi dalam empat bagian yang masing-masing menggambarkan perkembangan radio pada zamannya. Selain unsur radio, mural juga menampilkan simbol tangga nada sebagai gambaran bahwa radio tidak hanya berperan sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat.
Hary menilai kegiatan lomba mural memberikan manfaat bagi siswa, khususnya dalam menyalurkan minat dan bakat seni secara positif. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan mereka di luar pembelajaran di sekolah.
“Lebih baik mengikuti ajang-ajang seperti ini yang bisa menyalurkan hobi dan bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, guru SMK Negeri 4 Kupang, Christoforus Seran Payong, yang membimbing siswa kelas XI DKV dalam lomba mural, mengatakan karya yang dibuat timnya mengangkat RRI sebagai media yang menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dalam karya tersebut, siswa menggunakan sejumlah elemen seperti tulisan informasi, durasi, pembangunan, serta gambar manusia dan earphone yang menggambarkan aktivitas penyiaran.
| Baca juga: Roy Bulan Perkuat Dukungan Talenta Muda NTT |
“Orang, terus kemudian earphone itu ikonik penyiar. Jadi kita pakai objek itu supaya kalau kelihatan dari jauh, orang bisa tahu ini sedang melakukan satu penyiaran,” ujar Christoforus.
Christoforus mengatakan salah satu tantangan dalam pembuatan mural adalah menyatukan ide dan melakukan koordinasi antarsiswa. Selain itu, siswa juga perlu memperhatikan proses pembuatan sketsa agar gambar tetap proporsional dan tidak terlalu ramai.
Meski menghadapi tantangan tersebut, ia menilai proses pembuatan mural menjadi pengalaman belajar bagi siswa. Mereka tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga belajar bekerja sama, mengekspresikan kemampuan, dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di sekolah.
“Anak-anak juga bisa berkembang. Mereka belajar untuk mengaplikasikan ilmu yang diajar guru di sekolah,” katanya.
Ia berharap kegiatan seni seperti lomba mural dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur untuk mengembangkan bakat dan kreativitas. Menurutnya, seni tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga dapat membangun kesadaran dan mendorong generasi muda untuk berkembang.
Christoforus menegaskan, keberadaan wadah seni penting agar kemampuan dan kreativitas pelajar dapat tersalurkan melalui kegiatan yang positif dan produktif.
“Intinya bahwa mereka dapat wadah untuk belajar,” ujarnya.
Lomba mural RRI Kupang menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas melalui seni sekaligus belajar menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam bentuk visual. Kegiatan ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media ekspresi, pembelajaran, dan pengembangan potensi generasi muda di Nusa Tenggara Timur. (Icha, uci ,vivi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....