BRIN Temukan Jejak Hunian Tertua di Pulau Sumba
- 13 Jul 2024 12:28 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Para peneliti dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan (PR ALMBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Retno Handini, melalui penelitiannya tentang kekayaan peninggalan prasejarah Austronesia dan budaya berkelanjutan di pulau Sumba, NTT, menemukan bahwa pulau Sumba telah dihuni oleh manusia setidaknya 2.800 tahun lalu, dengan adanya penanggalan tertua di situs Melolo.
Melansir laman BRIN, penelitian ini berfokus di situs Lambanapu, Mborombaku dan Melolo. Situs Lambanapu dihuni manusia sekitar 2.600 tahun lalu, sedangkan situs Mborombaku relatif lebih muda, yakni 1300 BP.
BRIN melakukan eskavasi situs Melolo, dan ditemukan 26 kerangka individu yang berusia ratusan ribu tahun, serta benda-benda kuno berbentuk kendi yang diukir. Sementara itu, eskavasi Lambanapu yang dilakukan pada tahun 2015-2016 menemukan kuburan leluhur suku Sumba, berupa 52 makam leluhur dan 58 kuburan yang tidak ada wadah makamnya, serta benda-benda peninggalan seperti cincin, mutiara dan benda-benda berbentuk seperti kendi berukir dari tanah liat.
Penelitian berikut pada situs Mborombaku ditemukan benda kuno berupa keramik seladon fujian Dinasti Yuan abad ke-13. Lokasi dekat sungai Kadahang, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur juga diperkirakan sebagai lokasi leluhur Sumba pertama kali mendarat.
Menurut Retno, budaya berkelanjutan di Sumba yang masih bertahan sampai sekarang adalah kubur batu (reti), sirih pinang, katoda, rumah adat, ritual tengi watu (tarik batu), ritual hamayang dan ritual kematian. “Tradisi ini diperkuat dengan kepercayaan asli mereka (Marapu) yang sangat menghormati leluhur dan mempertahankan ajaran nenek moyang dalam kehidupan setiap hari”, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset ALMBB BRIN, Marlon Ririmase mengatakan, prasejarah Austronesia merupakan salah satu bagian fundamental dalam riset teknologi terutama terkait asal-usul masyarakat dan juga budaya nusantara. Hal ini menjadi variabel penting dalam keberagaman budaya masyarakat di Indonesia.
“Ekspresi budaya material yang bericirikan monumental, seperti yang diwakili oleh tradisi megalitik, menjadi penanda ikonik sejarah budaya masyarakat Sumba yang masih lestari sampai saat ini”, pungkasnya. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....