Tradisi Bernyanyi di Atas Pohon Lontar Orang Sabu

  • 16 Jun 2024 10:43 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang : Orang Sabu yang mendiami wilayah kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki ritus yang berhubungan dengan kebiasaan hidup sehari-hari mereka yaitu menyadap lontar.

Bagi orang Sabu, ritus sebelum menyadap lontar atau disebut radda hubi due dan poro hogo bertujuan meminta kekuatan bagi si penyadap dengan perlengkapannya, juga memohon pada Yang Ilahi agar alam bersikap ramah dengan memberikan cuaca cerah.

Selain itu, lewat nyanyian yang dilantunkan di atas pohon Lontar Orang Sabu juga meminta air nira segera datang, memenuhi mayang-mayang lontar sehingga lontar mengeluarkan air yang sedap, manis, dan melimpah untuk memenuhi kebutuhan pangan tiap-tiap keluarga.

Pemerhati Budaya Sabu, Poaina Bara Pa menjelaskan, dari sudut pandang religiusitas ada kesadaran bahwa lontar adalah sebuah berkat (sebagai air susu ibu) bagi orang Sabu dimana mereka hanya dapat menikmati tetapi tidak dapat menambah atau memperbanyak isi nira lontar.

Nyanyian di atas pohon lontar (alu re), berisi permohonan agar mayang lontar dipenuhi air nira yang banyak. Bagi orang Sabu, laki-laki yang hebat adalah laki-laki yang pandai menyadap, sebagai tanda kekuatannya untuk memelihara keluarga dan hewan peliharaan.

Laki-laki hebat ini ditandai dengan tubuh yang sehat, rajin, tepat waktu bangun untuk melakukan sadap lontar, sabar, disiplin, serta teliti dalam mempersiapkan alat sadap mulai dari pisau yang perlu diasah sampai tajam, air dan sikat wadah (heb’ure) penampung nira (haba), keberanian dan keyakinan menaklukan lontar (bahkan sanggup melepas trauma usai jatuh dari pohon lontar), dan memiliki pengetahuan mengenai ritus lontar. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....