Generasi Muda NTT Diajak Perkuat Karakter Berbasis Pancasila

  • 05 Okt 2026 21:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Generasi muda di Nusa Tenggara Timur diajak untuk memperkuat benteng karakter bangsa berbasis nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi yang memengaruhi pola hidup dan kebudayaan lokal. Hal tersebut ditekankan Dosen Prodi Sosiologi FISIP Undana Kupang, Helga Maria Evarista Gero, S.Pd., M.Si, dalam dialog Obrolan Budaya Pro 4 RRI Kupang, Kamis, 1 Oktober 2026.

Helga menjelaskan bahwa pergeseran gaya hidup konsumtif, individualisme, serta berkurangnya rasa kebersamaan merupakan beberapa bentuk dampak negatif dari pemanfaatan teknologi dan media sosial yang tidak terkontrol.

“Generasi muda NTT perlu menyadari bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran menjaga identitas budaya dan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi di era globalisasi seharusnya dijadikan momentum untuk merevitalisasi nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Helga juga menggarisbawahi peran strategis lembaga pendidikan tinggi dan keluarga dalam membentuk pola pikir kritis mahasiswa dan pemuda.

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan secara akademis, tetapi juga bertugas membentuk karakter mahasiswa yang berwawasan global namun tetap berakar kuat pada nilai kebudayaan lokal dan Pancasila,” katanya.

Ia mengakui, menghadapi arus globalisasi bukan berarti menolak perkembangan zaman, melainkan bagaimana bersikap kritis dan bijak dalam menyaring setiap pengaruh luar.

Upaya kolaboratif antara akademisi, pemerintah, media, dan masyarakat luas diharapkan terus terjalin agar generasi muda NTT siap bersaing secara global tanpa melepaskan akar kebudayaan dan ideologi bangsa. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....