Pancasila Jadi Filter Pengaruh Budaya Asing di Era Digital
- 05 Okt 2026 21:44 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pesatnya arus globalisasi dan keterbukaan informasi digital dinilai membawa tantangan nyata terhadap eksistensi budaya lokal serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikan Dosen Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Helga Maria Evarista Gero, S.Pd., M.Si, saat menjadi narasumber dalam acara Obrolan Budaya di RRI Pro 4 Kupang, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam keterangannya, Helga menjelaskan bahwa globalisasi memiliki dua sisi mata uang bagi kebudayaan Indonesia. Di satu sisi, keterbukaan informasi mempermudah akses teknologi dan efisiensi komunikasi. Namun di sisi lain, masuknya nilai-nilai asing secara masif berpotensi mengikis kearifan lokal jika tidak disaring dengan baik.
"Globalisasi tidak bisa dihindari, tetapi harus disikapi secara kritis. Kebudayaan lokal dan nilai-nilai Pancasila harus dijadikan benteng utama agar kita tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi," ujar Helga.
Ia menilai, Pancasila harus dijadikan sebagai filter utama dan panduan moral dalam menyaring berbagai pengaruh budaya luar yang masuk. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan kekeluargaan yang terkandung dalam Pancasila dinilai sangat relevan untuk menjaga keharmonisan sosial di era digital.
Selain itu, Helga mendorong pentingnya mengintegrasikan edukasi budaya dan penanaman nilai Pancasila tidak hanya di lingkungan formal sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga dalam ruang lingkup keluarga dan komunitas kemasyarakatan.
“Penanaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan secara kontekstual dan adaptif sesuai perkembangan zaman agar lebih mudah diterima dan dihayati oleh generasi muda,” ucapnya.
Meski tantangan globalisasi cukup kompleks, ia meyakini bahwa keterbukaan teknologi juga dapat dimanfaatkan secara positif untuk mengenalkan serta mempromosikan kekayaan budaya lokal NTT ke tingkat nasional maupun mancanegara.
Melalui penguatan identitas budaya yang berlandaskan Pancasila, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan dampak positif globalisasi tanpa harus kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. (Daten)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....