KSOP Waingapu Dukung Kesiapan Pelabuhan untuk Impor Sapi

  • 01 Okt 2026 17:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu mendukung kesiapan Pelabuhan Waingapu dalam menghadapi rencana pemasukan atau impor sapi dari luar negeri. Dukungan tersebut disampaikan saat KSOP Kelas IV Waingapu menerima kunjungan kerja Kepala Biro Perencanaan Badan Karantina Indonesia dan Bappenas, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan lintas sektor untuk memastikan kesiapan kepelabuhanan, baik dari sisi pelayanan kapal maupun fasilitas pendukung yang dibutuhkan dalam proses pemasukan ternak. Kepala KSOP Kelas IV Waingapu, Dr. Fadly Afand Djafar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa secara hierarki kepelabuhanan, berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan Waingapu, pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan yang terbuka untuk angkutan laut luar negeri.

Karena itu, dari aspek kepelabuhanan, KSOP siap mendukung pembahasan mengenai rencana pemasukan sapi dari luar negeri. Namun demikian, kesiapan tersebut tetap harus diikuti dengan pemenuhan berbagai persyaratan teknis, mulai dari fasilitas pelabuhan, pelayanan kapal, proses bongkar muat atau handling cargo, keselamatan dan keamanan pelayaran, hingga koordinasi dengan seluruh instansi teknis yang memiliki kewenangan.

Menurut Fadly, rencana pemasukan sapi melalui Pelabuhan Waingapu membutuhkan persiapan yang dilakukan secara terpadu sejak tahap perencanaan. Pemetaan terhadap kebutuhan fasilitas, alur kedatangan kapal, proses penanganan ternak, hingga mekanisme pelayanan di kawasan pelabuhan perlu dilakukan secara cermat agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, kelancaran operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi kepelabuhanan dapat terpenuhi sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan. Dari sisi kesehatan hewan, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur (BKHIT NTT), Simon Soli, S.Pt., M.P., menegaskan bahwa, kesiapan impor sapi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur pelabuhan, tetapi juga harus memperhatikan persyaratan kesehatan hewan dan karantina.

Menurutnya, koordinasi perlu dibangun sejak tahap awal perencanaan hingga pelaksanaan pemasukan ternak. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan sapi yang masuk memenuhi ketentuan kesehatan hewan sekaligus mencegah risiko penyebaran penyakit dan menjaga biosekuriti wilayah Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, General Manager Pelindo Cabang Waingapu, Imam Haromain, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pembahasan mengenai infrastruktur dan handling cargo di Pelabuhan Waingapu. Menurutnya, sejumlah aspek perlu dipastikan, termasuk kesesuaian fasilitas, kesiapan peralatan, pengaturan alur operasional, serta penerapan standar keselamatan selama proses bongkar muat.

Penanganan ternak yang berbeda dengan komoditas umum juga membutuhkan perencanaan operasional yang matang, sehingga aktivitas bongkar muat nantinya dapat berlangsung secara aman, tertib, efisien, dan tetap memperhatikan kondisi serta keselamatan ternak. Kunjungan kerja tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi antara pemerintah, otoritas pelabuhan, karantina, pengelola terminal, serta instansi teknis lainnya.

Melalui koordinasi yang dilakukan sejak tahap persiapan, berbagai kebutuhan dan potensi kendala dapat dipetakan lebih awal, termasuk kesiapan pelayanan kapal, fasilitas pelabuhan, handling cargo, karantina, keselamatan, dan keamanan. Dengan demikian, apabila rencana pemasukan sapi dari luar negeri melalui Pelabuhan Waingapu direalisasikan, seluruh unsur terkait telah memiliki kesiapan dan pembagian peran yang jelas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Humas KSOP Waingapu/YB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....