Ibadah Emeritasi Pdt. Alfred Samani, 34 Tahun Melayani Tuhan

  • 18 Sep 2026 16:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Ibadah Emeritasi (Proses Pelepasan Jabatan Struktural Gerejawi) Pendeta (Pdt) Alfred Dj. Samani, S.Th., M.Si yang dilaksanakan di Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Waikabubak, 18 September 2026 adalah momen pelayanan selama 34 tahun melayani Tuhan mulai dari Vikaris dan menjadi pendeta. Tema khotbah Ibadah Emeritasi yang dibawa Pdt. Alfred adalah "Setia Menjaga Peran di Rumah Bersama".

Ibadah Emeritasi ini disertai juga syukuran pensiun Guru Injil (GI) Seingu Bani dan Herman B. Matto. Pdt. Alfred membawa khotbah di Ibadah Emeritasi dengan tema "Setia Menjaga Peran di Rumah Bersama" terambil dalam firman Tuhan pada Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 20:17-24.

Dalam khotbahnya Pdt. Alfred menekankan "Menjadi pelayan Tuhan itu yaitu rendah hati, penuh pengorbanan, tidak mencari kehormatan sendiri, kesetiaan dalam mengajar dan memberitakan injil, tidak melalaikan hal yang berguna bagi jemaat, dan pelayanan yang dipenuhi dalam kuasa tuntunan Roh Kudus". Hal itu disampaikan menurut kutipan firman Tuhan yang diringkas Pdt. Alfred kepada jemaat.

Ditengah perenungannya, Pdt. Alfred menceritakan dalam pelayanannya sebagai hamba Tuhan tidaklah mudah sampai di tahap terakhir. Ia mengatakan bahwa "Tidaklah mudah untuk sampai pada tahapan ini, kalau hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri".

"Saya percaya bahwa ini adalah kasih karunia Tuhan yang memampukan kami sebagai pendeta dan guru injil untuk kami sampai pada titik ini," ucapnya. Pdt. Alfred menyampaikan terima kasih kepada jemaat Waikabubak karena telah jalani bersama-sama dalam masa pelayanannya sejak dari awal ditahbis sampai hari ini.

Pdt. Alfred mengajak jemaat, unsur majelis jemaat, pendeta, penatua, diaken untuk bergandengan tangan melangkah maju menjaga keutuhan dan merawat GKS Jemaat Waikabubak sebagai rumah bersama yang berdampak bagi lingkungan sekitar dan sesama untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus di tengah - tengah dunia ini. Terakhir, Pdt. Alfred menyampaikan kepada jemaat "Bahwa komitmen pelayanan tetap ada di dalam hatinya untuk melayani sesuai kebutuhan jemaat sebagai seorang pendeta emeritus, sama seperti Paulus, karna terikat oleh kehendak Roh Kudus."

Diketahui bahwa Pdt. Alfred memulai perjalanan pelayanannya sejak tahun 1992 dan berakhir dengan gelar Pendeta Emeritus di tahun 2026 dengan jangka waktu 34 tahun melayani Tuhan. Gelar Emeritus Pdt. Alfred ditandai dengan diberikannya Piagam Emeritasi Pendeta Nomor:132/III.3.A/IX/2026 dan Surat Keputusan Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ) GKS Jemaat Waikabubak Nomor:70/BPMJ/GKS/IV/2026 tentang Pemberhentian dengan hak Pesangon Pegawai di Lingkungan GKS Jemaat Waikabubak.

Secara jabatan struktural, Pdt. Alfred tidak lagi terikat atau sudah dibebaskan dari organisasi karna sudah mencapai umur 60 tahun. Namun dalam gelar sebagai Pendeta tetap dipertahankan, tidak hilang, dan tetap bisa melayani Tuhan di gereja membawa firman, dengan mengacu kepada tata peraturan bahwa durasi dalam membawa perenungan Pendeta Emeritus dibatasi.

Ibadah Emeritasi di GKS Waikabubak dihadiri oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Sekretaris Daerah Sumba Barat, Pimpinan OPD, Pimpinan BUMN, Para Pendeta Se-GKS sedaratan Sumba, Gembala Jemaat Gereja Denominasi, Keluarga Pendeta Emeritus dan kedua Guru Injil Pensiun, seluruh undangan dan jemaat GKS Waikabubak. Ibadah Emeritasi dimeriahkan dengan tarian dari anak-anak dan remaja, persembahan paduan suara dari jemaat, pemberian kain dan/atau selendang kepada Pendeta Emiritus dan Guru Injil, diakhiri dengan kata sambutan ketua panitia, ketua BPMJ GKS Waikabubak, ketua Sinode GKS, dan pemerintah daerah Sumba Barat oleh Wakil Bupati Sumba Barat. (SN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....