Wabup Sumba Timur Survei Rumah Tidak Layak Huni di Maulumbi
- 14 Sep 2026 09:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., melakukan survei dan peninjauan langsung terhadap kondisi rumah warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni di Kelurahan Maulumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Jumat, 11 September 2026. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menjalankan Program Humba Sejahtera, khususnya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak dan membutuhkan perhatian pemerintah. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Lurah Maulumbi untuk melihat secara langsung kondisi rumah sekaligus memastikan kebutuhan dan kelayakan masyarakat yang akan menjadi calon penerima manfaat program.
Wakil Bupati Yonathan Hani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, aman dan sehat. Menurutnya, perhatian perlu diberikan terutama kepada keluarga yang berada pada kelompok desil satu hingga empat dan masih menempati rumah tidak layak huni. Karena itu, survei lapangan menjadi bagian penting sebelum pemerintah menentukan bentuk intervensi yang akan diberikan, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak ingin program perumahan hanya berhenti pada proses pendataan, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat yang selama ini membutuhkan perhatian.
Yonathan Hani berharap penanganan rumah tidak layak huni dapat dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keluarga yang paling membutuhkan. Ia menegaskan, pemerintah akan berupaya agar bantuan yang diberikan tidak hanya berupa stimulan bahan bangunan, tetapi apabila memungkinkan diarahkan hingga pembangunan rumah benar-benar selesai dan dapat langsung ditempati oleh penerima manfaat. Menurutnya, pola bantuan seperti itu akan memberikan manfaat yang lebih besar karena masyarakat tidak lagi dibebani persoalan untuk melanjutkan pembangunan rumah setelah menerima bantuan. “Kita berharap rumah-rumah yang tidak layak huni ini secara bertahap bisa dibangun menjadi rumah baru. Jangan hanya stimulan bahan, tetapi kalau memungkinkan sampai rumahnya selesai dan masyarakat bisa menerima kunci,"harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Sumba Timur menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah menargetkan pembangunan sebanyak 30 unit rumah bagi masyarakat yang membutuhkan. Target tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus membuka akses masyarakat terhadap hunian yang lebih aman dan memenuhi standar kelayakan. Pelaksanaan pembangunan akan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pendataan serta verifikasi di lapangan, termasuk kondisi rumah, tingkat kebutuhan keluarga dan kriteria penerima manfaat. Pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan perangkat wilayah agar pelaksanaan program dapat berjalan secara tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,"ujarnya.
Wakil Bupati menegaskan, pendataan dan verifikasi terhadap calon penerima manfaat harus dilakukan secara cermat agar Program Humba Sejahtera benar-benar diterima oleh keluarga yang memenuhi kriteria dan berada dalam kondisi membutuhkan. Pemerintah daerah tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hunian yang layak. Dengan adanya survei langsung di lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai persoalan perumahan yang dihadapi warga sekaligus menentukan bentuk penanganan yang paling tepat. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya ketidaktepatan sasaran sekaligus memastikan keterbatasan anggaran pemerintah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,"tegasnya.
Survei rumah tidak layak huni di Kelurahan Maulumbi menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat pelaksanaan Program Humba Sejahtera di Kabupaten Sumba Timur. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berkomitmen menjadikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah, termasuk memastikan keluarga yang membutuhkan dapat memiliki tempat tinggal yang layak, aman dan nyaman. Penyediaan hunian yang baik dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesehatan, kenyamanan dan kualitas hidup keluarga. Melalui pendataan, verifikasi dan pembangunan yang dilakukan secara bertahap, pemerintah berharap program perumahan tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata serta memperkuat upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur.(Prokopim Sumba Timur/YB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....