Wakil Bupati Sumba Timur Buka Workshop Teologi Respons Perubahan Iklim
- 24 Agt 2026 08:13 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., membuka secara resmi Workshop Perspektif Teologi dan Tindakan Gereja dalam Merespons Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan dan Mata Pencaharian. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman, kepedulian, serta komitmen bersama dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, khususnya pada aspek kesehatan, ekonomi keluarga, mata pencaharian, dan kelestarian lingkungan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yonathan Hani menyampaikan bahwa perubahan iklim tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi merupakan tantangan bersama yang berkaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi berbagai sektor kehidupan, sehingga diperlukan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat untuk membangun ketahanan dalam menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan.
Wakil Bupati menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran umat untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman dan panggilan untuk memelihara ciptaan Tuhan. Gereja, kata dia, tidak hanya memiliki peran dalam kehidupan spiritual umat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, diperlukan tindakan nyata serta kolaborasi antara gereja, pemerintah, lembaga masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap workshop tersebut tidak berhenti pada diskusi dan pemahaman teologis semata, tetapi mampu melahirkan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di tengah jemaat dan masyarakat. Upaya tersebut terutama diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, melindungi sumber-sumber penghidupan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, gereja dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong perubahan perilaku dan membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim. Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Mahaboga Marga, pihak Sinode, para pendeta, peserta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia berharap workshop ini dapat memperkuat komitmen bersama dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan gereja dalam merespons berbagai tantangan perubahan iklim. Menurutnya, keterlibatan semua pihak menjadi penting agar upaya membangun ketahanan masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Sumba Timur.
Melalui kegiatan tersebut, gereja diharapkan semakin aktif membangun kesadaran ekologis di tengah umat serta mendorong tindakan nyata dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan ketahanan masyarakat. Kehadiran gereja di tengah persoalan perubahan iklim diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui pesan-pesan moral dan keagamaan, tetapi juga melalui gerakan bersama yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Workshop ini turut dihadiri Direktur Yayasan Mahaboga Marga, Ketua Sinode, para pendeta, sejumlah peserta, serta undangan lainnya. (Prokopim Sumba Timur/YB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....