Pelayanan Puskesmas Ba’a Dikeluhkan Ayah Pasien Anak

  • 23 Agt 2026 22:03 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Osval melaporkan keluhan tentang pelayanan pasien anak di Puskesmas Ba'a, Rote Ndao, kepada RRI pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • Putri Osval bernama Adelflora Isterina berusia 20 bulan mengalami demam tinggi, batuk, dan pilek saat dibawa berobat ke puskesmas.
  • Osval berharap putrinya mendapat pemeriksaan kesehatan dan penanganan yang tepat dari tenaga medis di puskesmas.

RRI.CO.ID, Rote - Pelayanan pasien anak di Puskesmas Ba’a, Rote Ndao, dikeluhkan seorang ayah kepada RRI, Sabtu, 22 Agustus 2026. Osval menyampaikan keluhan setelah membawa putrinya, Adelflora Isterina, berobat ke puskesmas tersebut.

Adelflora yang berusia 20 bulan dan mengalami demam tinggi, batuk, serta pilek. Osval berharap putrinya mendapat pemeriksaan kesehatan dan penanganan dari tenaga medis.

Menurut Osval, saat tiba di ruang pelayanan pasien, hanya ada satu petugas yang melayani masyarakat. Petugas tersebut disebut merangkap mengurus antrean, sekaligus mengukur berat dan tinggi badan pasien.

Osval mengaku memasukkan nomor BPJS milik ibu kandung Adelflora untuk memperoleh nomor antrean. Setelah itu, ia mengaku menimbang dan mengukur tinggi badan putrinya secara mandiri.

“Tidak ada tenaga kesehatan di bagian pengukuran tinggi badan dan timbangan,” ujar Osval. Ia menyebut sejumlah orang tua pasien anak lainnya juga melakukan penimbangan secara mandiri.

Osval juga mengeluhkan antrean pelayanan yang menurutnya tidak berjalan berdasarkan urutan kedatangan pasien. Ia mengaku dirinya bersama putrinya tidak dipanggil, sementara pasien yang datang kemudian justru dilayani.

Menurut Osval, petugas juga meminta NIK istrinya sebagai ibu kandung pasien untuk proses pelayanan. “Anak saya sudah membawa BPJS, tetapi tetap diminta NIK ibu pasien,” kata Osval.

Merasa kecewa, Osval akhirnya memutuskan membawa pulang putrinya tanpa mendapatkan obat dan pemeriksaan dokter. Ia berharap pelayanan Puskesmas Ba’a diperbaiki serta persyaratan administrasi disampaikan secara jelas.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ba’a, drg. Gevilawati Pandie ketika dikonfirmasi RRI, menjelaskan kondisi petugas saat pelayanan berlangsung. Ia hanya mengatakan beberapa staf lainnya sedang mengalami sakit diare sehingga tidak dapat bertugas.

“Beberapa staf kami saat itu sedang sakit diare,” jelas drg. Gevilawati Pandie. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah petugas yang memberikan pelayanan pada saat itu berkurang.

Keluhan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama diharapkan tetap memberikan pelayanan cepat, tertib, dan ramah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....