HUT RI ke-81 NTT Digelar Khidmat, Solidaritas Gempa Flores
- 18 Agt 2026 13:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung khidmat di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin, 17 Agustus 2026 pagi. Upacara tersebut diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), instansi pemerintah, unsur TNI dan Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Upacara dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena selaku inspektur upacara. Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni membacakan Naskah Proklamasi, sedangkan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Roch Adi Wibowo. Doa dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto.
Nuansa keberagaman budaya NTT tampak dari busana adat yang dikenakan seluruh peserta dan tamu undangan. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Ketua TP PKK Provinsi NTT Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena mengenakan busana adat Manggarai Timur. Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Ny. Vera Christina Sirait Asadoma mengenakan busana adat Nagekeo.
Penggunaan busana adat dari berbagai daerah tersebut menjadi simbol keberagaman sekaligus persatuan masyarakat NTT dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Corak, warna, motif, dan kelengkapan busana yang ditampilkan juga mencerminkan kekayaan budaya daerah serta menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.
Pasukan upacara berasal dari berbagai unsur, di antaranya pasukan gabungan TNI dan Polri, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Polda NTT, ASN Kementerian Pertahanan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bakamla RI, Basarnas, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, ASN Pemerintah Provinsi NTT, peserta SPPG Provinsi NTT, serta para pelajar.
Pasukan Pengibar Bendera terdiri atas tiga pelajar, yakni Abid Aqila Faeza Gibran Arsyad dari SMA Swasta Katolik Pancasila Borong, Kabupaten Manggarai Timur; Ignasius Tefan Ghele dari SMA Swasta Katolik Syuradikara Ende, Kabupaten Ende; dan Benediktus Ronaldi Bawu dari SMA Negeri 1 Aimere, Kabupaten Ngada. Sementara pembawa baki dipercayakan kepada Agnetta Michika Bunda Kaligis dari SMA Negeri 1 Atambua, Kabupaten Belu.
Komandan upacara dipercayakan kepada Letnan Kolonel Arhanud Rahmad Situmorang, S.E., yang menjabat Komandan Batalyon Arhanud 9/Angkasa Widya Jayanta. Upacara juga dimeriahkan paduan suara SMA Negeri 5 Kupang yang membawakan lagu-lagu nasional dan daerah.
Usai upacara, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di Pulau Flores yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.
Pemerintah Provinsi NTT memutuskan tidak menggelar kegiatan seremonial maupun pesta rakyat setelah upacara. Upacara penurunan bendera pada Senin sore juga dilaksanakan tanpa acara tambahan, termasuk tanpa tos kenegaraan.
“Ini bagian dari kami turut merasakan kondisi yang terjadi di Pulau Flores,” ujar Emanuel.
Gubernur juga mengimbau kepala daerah di seluruh wilayah daratan Flores tetap melaksanakan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, meskipun secara sederhana dan hanya berupa upacara bendera.
Menurutnya, keputusan tersebut sekaligus menjadi upaya mengalihkan perhatian dan sumber daya pemerintah untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Flores.
“Setelah acara ini tidak ada agenda yang lain, langsung kita bubar. Masing-masing koordinasi dengan instansinya masing-masing, dengan jalurnya, untuk persiapan penanganan mulai siang hari ini dan seterusnya,” katanya.
Di tengah peniadaan sejumlah kegiatan, Pameran Pembangunan Provinsi NTT tetap dilaksanakan. Pemerintah mempertahankan kegiatan tersebut karena melibatkan lebih dari 600 pelaku UMKM dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada pameran.
Namun, pelaksanaan pameran diarahkan dengan semangat kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores. Keuntungan dan donasi yang dihimpun dari kegiatan tersebut akan turut diarahkan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Gubernur mengatakan total donasi yang terkumpul dari masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya akan diumumkan pada akhir pelaksanaan pameran untuk selanjutnya disalurkan bagi penanganan dampak gempa di Flores.
Pemerintah Provinsi NTT juga telah mengirimkan bantuan awal sebanyak 17 truk menuju Flores. Bantuan tersebut dikoordinasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak.
“Ini bantuan pertama dari Pemda Provinsi, dan kami lagi siapkan lagi bantuan kedua dan seterusnya,” kata Emanuel.
Dukungan penanganan bencana juga datang dari pemerintah pusat, pemerintah daerah lain, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi, serta berbagai elemen masyarakat dari seluruh Indonesia.
Menurut Gubernur, Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya telah mengirimkan bantuan yang kemudian disusul dukungan dari sejumlah kementerian dan lembaga. Jawa Tengah juga mengirimkan tujuh truk logistik beserta tenaga medis. Dukungan lainnya datang dari NTB, Bali, dan Jawa Timur dalam bentuk logistik maupun tenaga untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Pemerintah Provinsi NTT saat ini terus melakukan pendataan kerusakan akibat gempa, baik terhadap rumah warga maupun fasilitas publik. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan dan pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir.
Di tengah kondisi tersebut, Gubernur NTT mengajak masyarakat tetap optimistis dan menjadikan semangat kemerdekaan sebagai kekuatan menghadapi bencana.
Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, semangat tersebut juga memiliki kaitan kuat dengan NTT, termasuk gagasan Bung Karno yang pernah dirumuskan di Ende.
“Dengan semangat gotong royong kita bisa melewati badai sejarah apa pun. Yang penting bersama-sama dan gotong royong,” katanya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di NTT pun tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, kepedulian, dan gotong royong dalam membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....