Kemarau membuat Permintaan Air Tangki Tinggi, Warga Keluhkan Distribusi Air PDAM

  • 27 Jul 2026 12:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Musim kemarau yang masih berlangsung di Kota Kupang menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat meningkat. Di sejumlah wilayah, warga mulai bergantung pada pasokan air tangki karena distribusi air perpipaan belum mengalir secara lancar.

Salah seorang warga Kelurahan Manutapen, Deiyanti, mengatakan keluarganya harus membeli air tangki setiap dua minggu sekali untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti mandi dan mencuci. Menurutnya, pasokan air PDAM di wilayah tempat tinggalnya dalam beberapa waktu terakhir tidak mengalir secara normal sehingga warga memilih menggunakan air tangki.

Selain meningkatnya kebutuhan, harga air tangki juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berkisar Rp80 ribu per tangki, kini menjadi sekitar Rp85 ribu. Deiyanti menilai kenaikan tersebut masih dapat dipahami karena mempertimbangkan biaya operasional dan jarak pengiriman.

"Kalau musim hujan, pesan pagi biasanya siang sudah diantar. Sekarang kalau mau pakai besok, harus pesan dari hari ini karena permintaan sedang tinggi," ujarnya ketika diwawancarai RRI Kupang, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia berharap musim hujan segera tiba agar cadangan air kembali meningkat dan distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Peningkatan permintaan air tangki juga diakui penyedia jasa air tangki, Jeffrey. Menurutnya, selama musim kemarau jumlah pengiriman meningkat signifikan dibandingkan musim hujan.

"Kalau musim hujan biasanya hanya tujuh sampai delapan tangki per hari. Sekarang bisa lebih dari sepuluh tangki setiap hari," katanya.

Jeffrey menjelaskan kenaikan harga air tangki dipengaruhi meningkatnya biaya pengambilan air dari sumber air bor. Kondisi tersebut membuat harga jual kepada pelanggan ikut mengalami penyesuaian.

Masyarakat berharap distribusi air perpipaan dapat kembali normal sehingga ketergantungan terhadap pasokan air tangki dapat berkurang, terutama selama musim kemarau yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....