PT Muria Sumba Manis Gelar Syukuran Panen dan Giling Tebu 2026

  • 14 Jul 2026 18:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - PT Muria Sumba Manis (MSM), perusahaan perkebunan tebu dan pabrik gula modern pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT), secara resmi memulai musim produksi 2026 melalui penyelenggaraan Syukuran Panen dan Giling Tebu. Kegiatan tahunan yang berlangsung di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus penanda dimulainya musim giling tahun 2026,Waingapu,Senin,13 Juli 2026.

Momentum tersebut tidak hanya merefleksikan rasa syukur atas dimulainya musim produksi, tetapi juga menegaskan komitmen MSM dalam mendukung ketahanan dan swasembada gula nasional. Acara dihadiri oleh Bupati Sumba Timur beserta jajaran Pemerintah Daerah, Danbrigif TP 42/Ksatria Elang Floris, Danyonif dan Wadanyon TP 876/Palatana, tokoh adat, manajemen dan karyawan perusahaan, serta perwakilan masyarakat setempat.

Rangkaian panen dan giling perdana diawali dengan kegiatan seremonial yang berlangsung khidmat, meliputi pemotongan tebu secara simbolis, pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, serta memasukkan batang tebu pertama ke konveyor (auxiliary cane carrier) sebagai tanda dimulainya proses penggilingan. Usai seremoni, Bupati bersama jajaran manajemen MSM meninjau area pabrik untuk melihat secara langsung proses pengolahan tebu menjadi gula sekaligus memastikan kesiapan operasional pabrik pada musim giling tahun ini.

Pada musim produksi kali ini, Managing Director MSM, Budi Hediana, mengatakan perusahaan menerapkan sistem panen dan penggilingan pada hari yang sama agar kualitas tebu tetap terjaga dan rendemen gula meningkat. Tahun ini, luas panen bertambah dari 3.000 hektare menjadi 4.000 hektare, dengan target produktivitas mencapai 65 ton per hektare dan rendemen sebesar 9,5 persen.

Budi Hediana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tamu undangan, khususnya Bupati Sumba Timur beserta jajaran. Ia mengungkapkan bahwa seluruh persiapan musim giling telah dilakukan secara optimal sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan operasional yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

"Musim giling tahun ini merupakan tonggak penting bagi MSM. Kami tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi gula, tetapi juga memastikan seluruh operasional berjalan dengan aman dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Kami juga ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumba dengan kembali melibatkan tenaga kerja lokal di seluruh rangkaian proses panen dan giling,” ujar Budi Hediana.

Ia menambahkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan perusahaan, termasuk menggelar apel kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, MSM bekerja sama dengan Satlantas Polres Sumba Timur untuk menggelar sosialisasi keselamatan berkendara yang diikuti ratusan pengemudi truk angkutan tebu dari berbagai vendor.

"Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Kami mengapresiasi dukungan BPBD Sumba Timur, Polres Sumba Timur, Yonif TP 876, tokoh masyarakat, serta para kepala desa di sekitar perkebunan PT Muria Sumba Manis (MSM) sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik," katanya.

Sebelumnya, pada 9 Juli 2026, MSM bersama wunang dan tokoh masyarakat adat melaksanakan ritual Hamayang sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Sumba Timur. “Pelaksanaan ritual ini mencerminkan komitmen kami terhadap nilai Grow in Harmony, dengan menghargai dan mengintegrasikan kearifan lokal dalam setiap aktivitas perusahaan,” jelasnya.

Selain meningkatkan produksi, MSM juga memperkuat kesiapan operasional melalui penambahan armada angkutan dan perekrutan tenaga sopir. MSM juga mengajak masyarakat Sumba Timur ikut mengembangkan budidaya tebu melalui pola kemitraan guna mendukung swasembada gula nasional.

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, mengapresiasi dimulainya panen dan giling perdana tebu tahun 2026 oleh PT Muria Sumba Manis. Menurutnya, keberhasilan perusahaan memasuki musim panen keempat menjadi bukti komitmen dan keberhasilan investasi yang mampu mengembangkan perkebunan tebu di Sumba Timur sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, lanjut Bupati, akan terus mendukung pengembangan industri gula dan investasi yang memberikan manfaat bagi daerah. Ia berharap peningkatan luas panen, produktivitas, serta berbagai program pengembangan yang dilakukan perusahaan dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur.

"Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyambut baik dimulainya musim panen dan giling tahun ini. MSM merupakan investasi penting yang membuka lapangan kerja serta berkontribusi melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan infrastruktur,” ujar Bupati.

Pada musim giling 2026, MSM tetap memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal serta memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan keselamatan lalu lintas bagi armada pengangkut tebu. Dengan dimulainya musim panen dan giling ini, MSM optimistis dapat mencapai target produksi secara optimal sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

Tentang PT Muria Sumba Manis

PT Muria Sumba Manis (MSM) merupakan perusahaan agroindustri berbasis tebu yang beroperasi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. MSM berkomitmen menjalankan operasional yang berkelanjutan melalui pengembangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan guna menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.(YB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....