Wabup Sumba Timur Bahas Pengelolaan Rumput Laut Berkelanjutan Bersama Yayasan
- 06 Jul 2026 22:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., menerima audiensi Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA) di ruang kerjanya, Senin,6 Juli 2026. Pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur tersebut membahas persiapan pelaksanaan Program Model Terpadu dengan sistem co-management dalam pengelolaan rumput laut dan terumbu karang secara berkelanjutan di kawasan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu.
Audiensi ini menjadi momentum awal memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga mitra guna memastikan program dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.
Program yang diinisiasi Yayasan Karya Dua Anyam tersebut dirancang untuk mendorong pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif.
Konsep co-management yang diterapkan menempatkan pemerintah, masyarakat, lembaga pendamping, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai mitra yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan upaya pelestarian lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan potensi ekonomi masyarakat dapat terus berkembang tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem pesisir.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Yonathan Hani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Yayasan Karya Dua Anyam yang memilih Kabupaten Sumba Timur sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur selalu membuka ruang bagi berbagai bentuk kerja sama yang mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah juga berkomitmen mendukung berbagai program yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah.
Selain berfokus pada aspek pelestarian lingkungan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pembudidaya rumput laut melalui penguatan pengetahuan, pendampingan teknis, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan keterlibatan masyarakat secara aktif, pengelolaan budidaya rumput laut diharapkan menjadi lebih produktif, efisien, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Di sisi lain, upaya perlindungan terumbu karang menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut yang menopang kehidupan berbagai biota dan aktivitas perikanan. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memandang kolaborasi lintas sektor seperti ini sebagai langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan wilayah pesisir.
Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, komunitas lokal, dan mitra pembangunan diyakini mampu menghasilkan kebijakan maupun program yang lebih efektif. Melalui koordinasi yang baik sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi kawasan pesisir,"ungkapnya.
Audiensi tersebut menjadi awal dari rangkaian koordinasi yang akan terus dilakukan menjelang implementasi program di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berharap seluruh pihak dapat menjaga komitmen dan semangat kerja sama agar pengelolaan rumput laut dan terumbu karang di kawasan TNP Laut Sawu dapat menjadi contoh praktik pembangunan kelautan yang berkelanjutan.
Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian lingkungan laut sebagai aset penting bagi pembangunan Kabupaten Sumba Timur di masa depan.(Prokopim Sumba Timur/YB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....