Ombrophile: Mengenal Orang yang Mencintai Hujan dan Suasananya

  • 02 Jul 2026 10:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Bagi sebagian orang, hujan identik dengan jalanan yang becek, kemacetan, atau aktivitas yang terganggu. Namun, ada pula orang yang justru merasa tenang, bahagia, bahkan lebih produktif ketika hujan turun. Mereka sering disebut sebagai ombrophile, yaitu seseorang yang memiliki ketertarikan terhadap hujan dan segala suasana yang menyertainya.

Istilah ombrophile berasal dari bahasa Yunani, yakni ombros yang berarti hujan dan philos yang berarti mencintai atau menyukai. Secara harfiah, ombrophile dapat diartikan sebagai "pecinta hujan". Meski cukup populer di berbagai media dan internet, istilah ini bukan merupakan diagnosis medis maupun gangguan psikologis, melainkan hanya menggambarkan preferensi seseorang terhadap cuaca hujan.

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda. Sebagian menyukai suara rintik hujan yang menenangkan, sementara yang lain menikmati aroma tanah setelah hujan atau dikenal dengan istilah petrichor. Ada pula yang merasa udara menjadi lebih sejuk sehingga lebih nyaman untuk membaca, bekerja, atau sekadar beristirahat.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suara hujan termasuk dalam kategori suara alam yang mampu membantu sebagian orang merasa lebih rileks. Ritme hujan yang konstan juga dapat mengurangi gangguan suara dari lingkungan sekitar sehingga menciptakan suasana yang lebih tenang.

Penting untuk dipahami bahwa menjadi seorang ombrophile bukanlah tanda adanya gangguan kesehatan mental. Sama halnya dengan seseorang yang menyukai pantai, pegunungan, atau musim tertentu, menyukai hujan merupakan bentuk preferensi pribadi yang wajar.

Namun, apabila seseorang mengalami kesedihan berkepanjangan, kehilangan semangat menjalani aktivitas sehari-hari, atau hanya dapat merasa nyaman dalam kondisi tertentu hingga mengganggu kehidupannya, kondisi tersebut perlu dibedakan dari sekadar menyukai hujan. Dalam situasi seperti itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional dapat menjadi langkah yang tepat.

Menyukai hujan tentu bukan berarti mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan. Saat hujan deras, masyarakat tetap perlu waspada terhadap risiko banjir, petir, jalan licin, maupun penyakit yang dapat muncul akibat cuaca lembap. Menikmati suasana hujan akan lebih baik jika dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan menjaga kesehatan tubuh.

Pada akhirnya, ombrophile mengajarkan bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menemukan ketenangan. Bagi sebagian orang, suara hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan menjadi momen untuk beristirahat, merenung, dan mengisi kembali energi di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.(TP)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....