Menulis Puisi Jadi Cara Berdamai dengan Masa Lalu

  • 25 Jun 2026 08:45 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Generasi muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan aktivitas menulis sebagai ruang meditasi pribadi. Langkah ini dinilai penting untuk mengurai tumpukan emosi negatif yang jika terus dipendam tanpa media pengungkapan justru dapat melukai diri sendiri secara terus-menerus.

Hal tersebut ditegaskan Penulis dan Penyair NTT, Enong Yonson, dalam dialog interaktif program Kecapi (Ketong Baca Puisi) di studio Pro 4 RRI Kupang. Enong Yonson menilai, banyak anak muda yang kerap terjebak dalam ingatan kelam masa lalu atau trauma emosional.

Melalui proses kreatif menulis puisi atau karya sastra, beban tersebut dapat dialihkan menjadi karya yang bermakna.

“Menulis itu adalah kegiatan memanggil pulang ingatan. Ingatan itu mau kita abadikan sebagai beban atau kita ikhlaskan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang dinamis,” ucapnya.

Ia menambahkan, salah satu kendala terbesar bagi pemula adalah ketakutan bahwa tulisan mereka tidak bagus. Padahal, dalam metode expressive writing, fokus utama bukanlah keindahan tata bahasa, melainkan kejujuran dalam menuangkan rasa.

Penggunaan metode cognitive reframing dalam menulis membantu merapikan perasaan yang liar seperti kekecewaan menjadi lebih teratur. Selain sebagai wadah edukasi sastra daerah, kehadiran program literasi dan ruang kepenyairan diharapkan mampu mendorong minat generasi muda NTT untuk lebih melek terhadap kesehatan mental.

Dengan menjadikan menulis sebagai kebiasaan sehat, generasi muda diharapkan mampu mengelola stres dengan positif, menyembuhkan luka batin secara mandiri, dan menumbuhkan karakter yang resilien demi masa depan daerah yang lebih baik. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....