Pensiunan Guru di Mauliru Berhasil Tingkatkan Hasil Sawah Organik

  • 25 Jun 2026 08:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Jhon Lende Rambi, pensiunan guru sekaligus petani asal Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, membagikan pengalamannya mengelola lahan persawahan dengan memadukan penggunaan pupuk organik dan pupuk kimia secara bertahap. Menurutnya, bertani menjadi aktivitas produktif yang tetap dijalani setelah memasuki masa pensiun pada tahun 2016, Waingapu, Rabu, 10 Juni 2026.

Jhon menjelaskan bahwa, pada awalnya ia menggunakan pupuk kimia untuk mengelola sawahnya. Namun, seiring waktu ia melihat adanya dampak terhadap kondisi tanah yang dinilai semakin keras dan kurang subur.

Pengamatan tersebut mendorongnya untuk mulai mencoba penggunaan pupuk organik sebagai alternatif dalam meningkatkan kualitas lahan pertanian. Sejak tahun 2024, Jhon mulai menggunakan pupuk organik secara lebih intensif, salah satunya pupuk organik nasional yang menurutnya mampu membantu memperbaiki kondisi tanah.

Ia menilai penggunaan pupuk organik dapat menjaga kesuburan lahan dan membuat tanaman tumbuh lebih baik dibandingkan ketika hanya mengandalkan pupuk kimia. Selain berdampak pada lahan, Jhon juga mengaku merasakan perbedaan pada kualitas beras yang dihasilkan.

Menurut pengalamannya, beras dari tanaman yang menggunakan pupuk organik memiliki rasa yang lebih baik dan nasi yang dimasak cenderung lebih tahan lama dibandingkan hasil dari penggunaan pupuk kimia secara dominan. Meski demikian, Jhon mengingatkan para petani agar tidak langsung menghentikan penggunaan pupuk kimia secara total.

Berdasarkan pengalamannya, penggunaan pupuk organik 100 persen pada tahap awal justru belum memberikan hasil yang maksimal. Karena itu, ia menyarankan pengurangan pupuk kimia dilakukan secara bertahap sambil meningkatkan porsi pupuk organik.

Saat ini, Jhon memperkirakan penggunaan pupuk kimia di lahannya hanya sekitar 15 hingga 20 persen, sementara sisanya didominasi pupuk organik. Ia berharap pengalaman yang diperolehnya selama bertani dapat menjadi referensi bagi petani lain yang ingin beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan produktivitas hasil panen. (YB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....