PT MSM Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Karhutla Musim Kemarau
- 10 Jun 2026 08:08 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap perlindungan lingkungan hidup, PT Muria Sumba Manis (MSM) menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Wanga, Sumba Timur. Kegiatan ini dilaksanakan guna memperkuat sinergi, memastikan kesiapan personel dan armada pemadam kebakaran dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan,Wanga, Selasa,9 Juni 2026.
Apel siaga ini dihadiri oleh jajaran manajemen MSM, tim pemadam kebakaran MSM, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur, Polres Sumba Timur, Polsek Pandawai, Polsek Umalulu, Polsek Kahaungu Eti, Polsek Rindi, Polsek Pahunga Lodu, Polsek Haharu, Yonif TP 876/Palatana, vendor tebang tebu, tokoh masyarakat dan Kepala Desa dari wilayah sekitar area Perkebunan MSM. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Wilayah Sumba Timur.
Managing Director MSM, Budi Hediana menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan prioritas penting yang membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, karakteristik wilayah Sumba Timur yang didominasi iklim kering dan sabana luas menuntut kesiapsiagaan tinggi serta aksi respons cepat dari seluruh elemen agar potensi titik api dapat ditekan sekecil mungkin.
"Apel kesiapsiagaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya kami memastikan seluruh sistem pencegahan dan penanggulangan karhutla berjalan optimal. Melalui pemantauan, patroli rutin, serta penguatan kapasitas personel tanggap darurat, kami ingin memastikan potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin," ujar Budi.
Lebih lanjut, Budi Hediana menerangkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kesadaran kepada peserta terkait langkah-langkah pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan aman dan tepat. Upaya tersebut penting untuk menjaga keselamatan pekerja maupun masyarakat yang merupakan mitra penting dalam keberlangsungan operasional perusahaan.
Kepala Desa Patawang, Imam Soleman, menyoroti kebiasaan pembakaran padang oleh sebagian peternak untuk menumbuhkan rumput baru yang dinilai masih menjadi persoalan serius. Menurutnya, praktik tersebut berisiko memicu kebakaran besar yang dapat menghanguskan rumah warga.
Ia berharap para peternak mendapat pendampingan dan dilibatkan dalam kelompok masyarakat peduli api.
Kabid Kesiapsiagaan BPBD Sumba Timur, Oktavianus Luys Djawa, menyampaikan bahwa keberadaan PT MSM dengan dukungan peralatan pemadam yang memadai dapat menjadi kekuatan tambahan dalam penanganan bencana di wilayah sekitar. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan akibat asap.
Kanit Tipiter Polres Sumba Timur, Beny Amalo, mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaksanakan oleh PT MSM. Menurutnya, di tengah kondisi cuaca panas ekstrem yang berpotensi memicu bencana kebakaran, diperlukan edukasi berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan hingga ke tingkat desa agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.
Ia menegaskan bahwa kebiasaan yang dianggap biasa tersebut dapat menimbulkan dampak besar, mulai dari kerugian material, korban luka hingga kematian, serta memiliki konsekuensi hukum yang berat dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara dan denda yang besar. Karena itu, Polres Sumba Timur mendukung penuh upaya sosialisasi yang dilakukan PT MSM dan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya serta risiko hukum pembakaran lahan terus meningkat demi mencegah terjadinya karhutla di wilayah Sumba Timur," katanya.
Wadanyon 876/Palatana Sumba Timur, Kapten Inf Risma Arif, mengapresiasi pelaksanaan apel kesiapsiagaan yang digelar PT MSM bersama sejumlah instansi terkait sebagai langkah penting dalam menghadapi potensi bencana, khususnya menjelang musim kemarau. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan dan berpotensi menjadi agenda rutin tahunan karena kesiapsiagaan merupakan hal wajib sebelum pelaksanaan kegiatan berskala besar.
Ia mencontohkan rencana PT MSM yang akan melaksanakan penanaman tebu dalam skala besar pada akhir Juni mendatang, sehingga kesiapan personel, peralatan, dan material pendukung harus dipastikan sejak dini. Melalui apel kesiapsiagaan ini, seluruh pihak dapat mengetahui sejauh mana kesiapan PT MSM dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk keberadaan tim khusus yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan penanganan keadaan darurat.
Dalam kegiatan ini, MSM melakukan simulasi penanggulangan titik api sekaligu s mendemonstrasikan kesiapan infrastruktur pemadaman, mulai dari mobil tangki air, pompa pemadam portabel, hingga peralatan pelindung diri (APD) kru di lapangan. Selain memperkuat kesiapan internal, MSM juga terus menggalakkan program kemitraan bersama masyarakat lokal melalui sosialisasi intensif mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang bahaya kebakaran lahan bagi kehidupan masyarakat dan perusahaan baik secara dampak bagi lingkungan maupun pelanggaran pada undang-undang Pemerintah.
Melalui langkah proaktif ini, MSM terus berupaya mendukung terciptanya lingkungan yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Bagi MSM, pencegahan Karhutla bukan hanya bagian dari perlindungan aset perusahaan, tetapi juga upaya menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan yang menjadi ruang hidup bersama.
Tentang PT Muria Sumba Manis
PT Muria Sumba Manis (MSM) merupakan perusahaan agroindustri berbasis tebu yang beroperasi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. MSM berkomitmen menjalankan operasional perusahaan secara berkelanjutan melalui pengembangan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. (YB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....