Sebanyak 53 Sekolah di Sumba Timur Terima Program Revitalisasi Tahun 2026

  • 30 Mei 2026 17:09 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur, Imanuel Takandjanji, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya mengusulkan Revitalisasi untuk 101 satuan pendidikan melalui aplikasi REVIC. Usulan tersebut didasarkan pada kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera,Waingapu, Jumat, 29 Mei 2026.

Dari total usulan tersebut, hingga saat ini sebanyak 53 sekolah telah mendapat kepastian dari pemerintah pusat untuk menerima program revitalisasi. Sekolah-sekolah penerima bantuan juga telah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) secara bertahap bersama tim perencana guna menyusun dokumen dan kebutuhan pembangunan.

Selain mengikuti Bimtek, masing-masing sekolah diminta menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat. Dalam proses verifikasi tersebut, beberapa sekolah bahkan mendapat tambahan pekerjaan pembangunan seperti pagar, penataan halaman, dan fasilitas pendukung lainnya.

Imanuel menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat melalui program revitalisasi sekolah. Menurutnya, bantuan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sumba Timur.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Menteri Pendidikan beberapa waktu lalu, masih terdapat peluang penambahan jumlah sekolah penerima bantuan. Namun, penentuan penerima program sangat bergantung pada data Dapodik, khususnya terkait tingkat kerusakan bangunan sekolah yang telah diverifikasi secara teknis.

Saat ini masih terdapat sekitar 48 satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat dan belum terakomodasi dalam program revitalisasi. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur tetap bersyukur karena pada tahun 2026 sebanyak 53 sekolah berhasil memperoleh bantuan Revitalisasi, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional," ujarnya. (yb)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....