Dari Celana Jeans, True Religion Jadi Simbol Artis
- 29 Mei 2026 09:49 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang– Dunia fashion memiliki banyak merek denim ternama, namun tidak semua mampu menjadi simbol gaya hidup para selebritas dunia. Salah satu nama yang berhasil mencuri perhatian adalah True Religion, merek jeans premium yang hingga kini masih identik dengan gaya artis nasional maupun internasional.
Brand ini lahir pada tahun 2002 di Los Angeles, Amerika Serikat. Didirikan oleh Jeff Lubell bersama Kym Gold, True Religion hadir dengan ambisi sederhana namun berani: menciptakan jeans yang berbeda dari produk denim lain di pasaran.
Saat banyak merek bermain aman dengan desain standar, True Religion justru tampil mencolok. Ciri khas jahitan besar yang dikenal sebagai “Super T Stitch”, logo tapal kuda, hingga desain denim premium membuat brand ini cepat dikenali publik.
Tak butuh waktu lama, popularitas True Religion meledak di kalangan industri hiburan. Deretan musisi dan selebritas dunia mulai terlihat mengenakan produk mereka. Nama-nama seperti Jay-Z, 50 Cent, Justin Bieber hingga Rihanna ikut membantu mengangkat pamor brand tersebut.
Bukan sekadar celana jeans, True Religion perlahan berubah menjadi simbol status, kemewahan, dan budaya streetwear yang erat dengan dunia hip-hop.
Kesuksesan besar membuat True Religion berkembang pesat dan membuka pasar di berbagai negara. Namun perjalanan bisnis mereka tidak selalu berjalan mulus. Perubahan tren fashion global, persaingan ketat industri retail, serta menurunnya penjualan membuat perusahaan ini sempat mengalami masa sulit.
Pada tahun 2017, True Religion dilaporkan mengajukan kebangkrutan sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis. Meski demikian, brand ini tidak hilang begitu saja. Dengan strategi pemasaran baru dan bangkitnya tren fashion era Y2K, nama True Religion kembali mendapat tempat di hati penggemar fashion modern.
Kini, True Religion tetap dikenal sebagai salah satu merek denim ikonik yang memiliki identitas kuat—bukan hanya karena desainnya yang unik, tetapi juga karena sejarah panjangnya di dunia hiburan dan budaya pop global.(TP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....