KPPN Waingapu Dukung Pelestarian Budaya Sumba dengan Penyaluran BOP Museum

  • 26 Mei 2026 10:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba - Festival Pekan Budaya Sumba Timur menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Kegiatan yang berlangsung sejak 19 hingga 23 Mei 2026 di Museum Daerah DR. H.C. Umbu Hina Kapita, Waingapu, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa budaya merupakan jati diri masyarakat Sumba yang harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama.Hal tersebut dikatakan oleh Kepala KPPN Tipe A1 Waingapu Natalia Madiarti kepada RRI,Senin,25 Mei 2026.

Kepala KPPN Tipe A1 Waingapu Natalia Madiarti menyebut bahwa Festival budaya tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Museum Daerah DR. H.C. Umbu Hina Kapita menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus ruang edukasi sejarah dan tradisi masyarakat Sumba. Kehadiran festival ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kebudayaan daerah, Museum Daerah DR. H.C. Umbu Hina Kapita menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum yang bersumber dari APBN. Dana tersebut telah disalurkan oleh KPPN Waingapu pada Tahap I bulan Maret 2026 sebesar Rp 200 juta. Penyaluran Tahap II direncanakan paling cepat pada Juli 2026 setelah pemerintah daerah memenuhi persyaratan penyaluran sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada tahun anggaran 2025, museum ini juga telah menerima dana BOP Museum sebesar Rp.577 juta. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan museum agar memenuhi standar pelayanan teknis serta mendukung prioritas nasional di bidang kebudayaan. BOP Museum diperuntukkan bagi museum yang dikelola pemerintah daerah dan memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

Penggunaan dana BOP Museum difokuskan pada tiga bidang utama,"ungkapnya.

Pertama, pengelolaan koleksi dan pengembangan museum dengan alokasi minimal 30 persen dari total anggaran, meliputi registrasi, dokumentasi, inventarisasi koleksi, konservasi, hingga pengembangan media tata pamer. Kedua, program publik dengan alokasi minimal 50 persen, seperti pameran temporer, museum keliling, workshop edukatif, lomba budaya, hingga publikasi museum melalui media cetak maupun elektronik.

Selain itu, dana juga dapat digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana museum dengan alokasi maksimal 20 persen. Pemeliharaan tersebut mencakup perbaikan ringan bangunan, perawatan sistem keamanan, sanitasi, instalasi listrik, hingga penataan taman museum. Melalui dukungan dana BOP Museum, diharapkan Museum Daerah DR. H.C. Umbu Hina Kapita dapat terus berkembang sebagai pusat pelestarian budaya dan edukasi sejarah bagi masyarakat Sumba Timur.(yb)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....