BOP Museum Disalurkan, Budaya Sumba Timur Terus Dilestarikan

  • 26 Mei 2026 07:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum. Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Museum Daerah DR. H.C. Umbu Hina Kapita di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Dana BOP Museum Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp200 juta telah disalurkan oleh KPPN Waingapu pada Maret 2026 guna mendukung pengelolaan dan pengembangan museum sebagai pusat pelestarian budaya daerah. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala KPPN Tipe A1 Waingapu Natalia Madiarti kepada RRI, Senin, 25 Mei 2026.

Penyaluran dana ini sejalan dengan pelaksanaan Festival Pekan Budaya Sumba Timur yang berlangsung pada 19–23 Mei 2026 di Museum Daerah DR. H.C. Umbu Hina Kapita. Festival tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, yang menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai identitas masyarakat Sumba.

Menurutnya, budaya harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur daerah tetap lestari dan menjadi kebanggaan bersama. BOP Museum merupakan bagian dari Transfer ke Daerah yang bersumber dari APBN untuk membantu museum milik pemerintah daerah memenuhi standar pelayanan teknis.

Dana tersebut digunakan mendukung operasional museum sekaligus pencapaian prioritas nasional di bidang kebudayaan. Pada tahun anggaran 2025, Museum Daerah DR. H.C. Umbu Hina Kapita juga telah menerima dana BOP Museum sebesar Rp577 juta.

Penggunaan dana BOP Museum difokuskan pada tiga bidang utama, yakni pengelolaan koleksi dan pengembangan museum, program publik, serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Pengelolaan koleksi meliputi registrasi, dokumentasi, konservasi, hingga pengembangan media tata pamer.

Sementara program publik mencakup kegiatan pameran, museum keliling, workshop edukatif, lomba budaya, dan publikasi informasi museum kepada masyarakat," ucapnya. Selain itu, dana juga digunakan untuk mendukung pemeliharaan fasilitas museum seperti sistem keamanan, perbaikan ringan bangunan, sanitasi, instalasi listrik, dan penataan lingkungan museum.

Dengan dukungan pendanaan tersebut, museum diharapkan semakin optimal menjadi pusat edukasi sejarah, budaya, dan penguatan identitas masyarakat Sumba Timur. Melalui penyaluran BOP Museum, pemerintah berharap pelestarian budaya daerah dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar dan pengembangan budaya bagi generasi masa depan. Dukungan anggaran dari negara menjadi langkah nyata menjaga kekayaan budaya Sumba agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (yb)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....