Mengenal Jenis Burung Kancilan Flores

  • 17 Mei 2026 13:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Indonesia Timur memang dikenal sebagai surga keanekaragaman hayati yang menyimpan berbagai satwa endemik unik, salah satunya adalah burung kancilan flores (Pachycephala nudigula). Burung yang juga sering dijuluki sebagai "kancilan leher-telanjang" ini merupakan spesies asli yang hanya bisa ditemukan di wilayah Nusa Tenggara, khususnya di Pulau Flores dan Sumbawa. Keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat burung (birdwatcher) dunia karena keunikan fisik dan perilakunya yang khas.

Secara penampilan, kancilan flores memiliki karakteristik yang sangat membedakannya dari jenis burung penyanyi lainnya. Sesuai dengan nama ilmiahnya, burung dewasa memiliki ciri khas berupa bagian tenggorokan atau leher yang tidak ditumbuhi bulu alias telanjang, memperlihatkan kulit berwarna merah muda atau kemerahan yang mencolok. Tubuhnya didominasi oleh warna hijau zaitun pada bagian atas dan kekuningan di bagian bawah, yang berfungsi sebagai kamuflase alami yang sempurna di dalam rimbunnya hutan.

Meskipun ukuran tubuhnya relatif kecil, burung kancilan flores memiliki suara kicauan yang luar biasa lantang dan merdu. Karakter suaranya penuh dengan variasi siulan yang bertenaga, berirama cepat, dan sering kali terdengar seperti sedang bersahut-sahutan di antara tajuk pohon. Kemampuan berkicaunya yang indah ini membuat hutan-hutan dataran tinggi dan kawasan pegunungan di Flores terasa lebih hidup, sekaligus menjadikannya salah satu ikon melodi hutan Flores yang paling dicari.

Habitat utama burung endemik ini adalah kawasan hutan hujan tropis dan hutan pegunungan bawah dengan ketinggian antara 900 hingga 2.500 meter di atas permukaan laut. Di alam liar, kancilan flores umumnya bergerak aktif secara berpasangan atau dalam kelompok kecil saat mencari makan. Makanan utama mereka terdiri dari serangga kecil, ulat, dan sesekali buah-buahan buni yang banyak tersedia di kanopi hutan Flores yang masih terjaga kelestariannya.

Sayangnya, kelestarian burung kancilan flores kini menghadapi tantangan akibat menyempitnya habitat asli mereka karena alih fungsi lahan dan penebangan liar. Sebagai satwa endemik yang wilayah persebarannya sangat terbatas, menjaga keutuhan hutan Flores dan Sumbawa adalah kunci utama agar burung ini tidak punah. Melalui upaya konservasi dan pengenalan edukasi kepada masyarakat luas, diharapkan melodi indah sang kancilan flores tetap bisa terdengar dan dinikmati oleh generasi masa depan. (RN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....