BMKG Catat 229 Gempa Bumi Guncang NTT dalam Sepekan
- 25 Apr 2026 18:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kupang melaporkan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data yang dihimpun melalui akun resmi @stageofkupang, tercatat sebanyak 229 kejadian gempa bumi telah mengguncang wilayah ini selama periode 17 hingga 23 April 2026. Dari ratusan getaran tersebut, terdapat enam kejadian gempa yang guncangannya sempat dirasakan oleh masyarakat di beberapa titik wilayah NTT.
Secara statistik, karakteristik gempa bumi pada periode ini masih didominasi oleh gempa dengan kekuatan magnitudo kecil, yakni di bawah 4,0 (M < 4,0), yang mencapai 225 kejadian. Dari sisi kedalaman, mayoritas pusat gempa berada pada kategori dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer (D < 60 Km), yakni sebanyak 158 kejadian. Hal ini menunjukkan dinamika tektonik lokal di wilayah kepulauan ini masih sangat aktif, terutama pada sesar-sesar dangkal.
Lokasi pusat gempa terpantau lebih banyak terjadi di area perairan, dengan rincian 172 kejadian gempa bumi berpusat di laut dan 57 kejadian lainnya terjadi di darat. Pulau Flores tercatat sebagai wilayah dengan tingkat aktivitas seismik paling intens dibandingkan pulau-pulau lainnya di NTT. Selama satu pekan terakhir, sebanyak 89 kejadian gempa bumi terdeteksi bersumber di sekitar daratan maupun perairan Pulau Flores, menjadikannya wilayah dengan frekuensi kegempaan tertinggi.
Berdasarkan fluktuasi harian, puncak aktivitas gempa bumi terjadi tepat di akhir periode pengamatan, yaitu pada tanggal 23 April 2026. Pada hari tersebut, BMKG mencatat frekuensi kejadian harian tertinggi dengan total 38 kali gempa bumi dalam kurun waktu 24 jam. Meski jumlahnya cukup banyak, sebagian besar gempa tersebut tidak memicu kerusakan signifikan karena skalanya yang kecil, namun tetap menjadi perhatian serius bagi pemantauan mitigasi bencana daerah.
Seluruh data informasi kegempaan ini juga disajikan secara visual oleh Stasiun Geofisika Kupang dalam bentuk infografis melalui platform media sosial Instagram guna memudahkan masyarakat dalam memahami sebaran titik gempa. Transparansi data ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun langkah kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah pesisir yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap aktivitas tektonik laut.
Menanggapi data tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga diminta untuk tidak mudah memercayai kabar bohong atau hoaks terkait potensi gempa susulan maupun tsunami yang tidak bersumber dari otoritas resmi. Pembaruan informasi secara berkala melalui kanal resmi BMKG menjadi kunci utama dalam menjaga literasi kebencanaan dan mencegah kepanikan di tengah masyarakat NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....