Sejarah Lempok Durian Pontianak Dari Dulu hingga Kini

  • 16 Apr 2026 13:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Lempok durian Pontianak adalah salah satu warisan kuliner yang lahir dari kedekatan masyarakat Kalimantan Barat dengan musim durian. Sejak dahulu, Pontianak menjadi jalur penting perdagangan hasil bumi dari berbagai daerah penghasil durian di pedalaman. Buah yang melimpah ini kemudian tidak hanya dinikmati sebagai santapan musiman, tetapi juga diolah agar tahan lebih lama dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dari kebutuhan sederhana itulah lempok mulai dikenal. Masyarakat memisahkan daging durian dari bijinya, lalu memasaknya perlahan bersama gula dalam kuali besar selama berjam-jam. Proses memasak yang panjang membuat adonan berubah menjadi padat, legit, dan kaya aroma. Berbeda dengan dodol biasa, lempok lebih menonjolkan rasa durian asli tanpa banyak campuran bahan lain, sehingga cita rasanya terasa lebih kuat dan khas.

Memasuki masa perdagangan modern, Pontianak yang dikenal sebagai kota pusat aktivitas ekonomi Kalimantan Barat membuat lempok semakin populer. Banyak pedagang mulai menjualnya di pasar tradisional, terminal, pelabuhan, hingga toko oleh-oleh. Dari sana, lempok durian Pontianak tumbuh menjadi salah satu buah tangan yang paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Kota Khatulistiwa.

Hingga sekarang, lempok tetap bertahan di tengah banyaknya camilan modern. Bedanya, kini lempok tidak hanya dibuat secara rumahan, tetapi juga diproduksi oleh banyak UMKM dengan kemasan lebih menarik dan modern. Meski tampil lebih kekinian, rasa khas durian pekat yang menjadi identitasnya tetap dipertahankan, menjadikan lempok sebagai simbol rasa yang terus hidup dari masa ke masa.(TP)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....