Bukan Sekadar Durian, Ini Asal Tempoyak Melegenda
- 15 Apr 2026 08:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Di balik aromanya yang tajam dan rasanya yang khas, tempoyak menyimpan kisah panjang tentang kecerdikan masyarakat Melayu dalam mengolah hasil alam. Makanan tradisional berbahan dasar durian fermentasi ini lahir dari kebiasaan masyarakat memanfaatkan buah durian yang melimpah saat musim panen. Agar tidak terbuang sia-sia, daging durian dicampur sedikit garam lalu disimpan selama beberapa hari hingga mengalami fermentasi alami. Dari proses sederhana itulah lahir cita rasa asam yang unik dan menjadi ciri khas tempoyak.
Seiring waktu, tempoyak tidak lagi sekadar menjadi cara untuk mengawetkan durian, tetapi berkembang menjadi bagian penting dari identitas kuliner di berbagai daerah. Di Sumatera, Kalimantan, hingga kawasan rumpun Melayu lainnya, tempoyak dikenal luas sebagai bahan masakan yang menghadirkan rasa khas dan sulit digantikan. Kehadirannya menjadi bukti bagaimana tradisi lama mampu bertahan dan terus hidup di tengah perkembangan zaman.
Kini tempoyak hadir sebagai cita rasa khas yang mengisi banyak hidangan tradisional daerah. Olahan fermentasi durian ini kerap dipadukan dengan ikan patin, sambal, pepes, hingga aneka masakan rumahan yang kaya bumbu. Keunikan rasanya terletak pada perpaduan asam hasil fermentasi dengan aroma durian yang tetap kuat, menciptakan sensasi rasa yang berbeda dari olahan lainnya. Dari sinilah tempoyak memiliki daya tarik tersendiri, membuatnya tetap digemari dan terus diwariskan sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.
Lebih dari sekadar makanan, tempoyak adalah cerminan kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan hasil panen menjadi sajian bernilai rasa tinggi. Dari dapur-dapur tradisional hingga meja makan modern, tempoyak terus mempertahankan pesonanya sebagai warisan kuliner yang tidak lekang oleh waktu.(TP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....