139 Gempa Tercatat di NTT, Mayoritas Tidak Dirasakan

  • 28 Mar 2026 20:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Aktivitas gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya selama periode 20–26 Maret 2026 tercatat cukup tinggi. Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui media sosial resmi BMKG Stasiun Geofisika Kupang (@stageofkupang), total terjadi 139 kejadian gempa bumi dalam kurun waktu satu pekan.

Meski jumlah kejadian tergolong banyak, seluruh gempa yang tercatat tidak dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik yang terjadi masih berada pada skala kecil dan belum berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari di wilayah NTT.

Dari sisi magnitudo, gempa bumi yang terjadi didominasi oleh gempa berkekuatan kecil. Tercatat sebanyak 131 kejadian memiliki magnitudo di bawah 4,0 (M < 4,0), yang umumnya tidak menimbulkan kerusakan maupun getaran signifikan di permukaan.

Sementara itu, berdasarkan kedalaman, sebagian besar gempa tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Jumlahnya mencapai 91 kejadian, yang biasanya berkaitan dengan aktivitas tektonik lokal di sekitar wilayah NTT.

Jika ditinjau dari lokasi pusat gempa, aktivitas lebih banyak terjadi di laut dibandingkan di darat. Sebanyak 112 kejadian terjadi di laut, sedangkan 27 kejadian lainnya berada di daratan. Frekuensi gempa tertinggi tercatat pada 22 Maret 2026 dengan 27 kejadian dalam satu hari, sementara wilayah dengan aktivitas terbanyak adalah Pulau Flores dengan 42 kejadian.

Menyikapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan pentingnya memperbarui informasi dari sumber resmi guna mencegah penyebaran hoaks terkait gempa bumi dan potensi tsunami, sekaligus menjaga kesiapsiagaan dalam beraktivitas sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....