Krisis Sampah Ancam Kelestarian Mangrove di Kota Kupang
- 27 Mar 2026 22:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Hutan mangrove di Kupang menghadapi ancaman serius akibat sampah yang terbawa ke wilayah pesisir. Kondisi ini berdampak langsung pada ekosistem laut dan keberlanjutan biota yang hidup di dalamnya.
Kabid Kebersihan DLHK Kota Kupang, Hijayas Uthan Mode, menegaskan bahwa mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan manusia dan laut. “Hutan mangrove itu menyediakan tempat pemijahan, pembesaran, dan mencari makan bagi biota laut,” katanya.
Ia menyebutkan sampah yang dibuang ke laut menjadi salah satu penyebab utama kerusakan mangrove. Sampah plastik yang terbawa arus sering tersangkut dan mengendap di akar mangrove.
“Kalau dia mengendap lama, itu menjadi sumber pencemaran,” katanya. Hal tersebut secara langsung mengganggu pertumbuhan biota laut di kawasan tersebut.
Selain itu, Hijayas menjelaskan bahwa lahan basah tidak hanya mencakup mangrove. Rawa, danau, dan wilayah berair lainnya juga termasuk dalam kategori lahan basah yang harus dilindungi.
Pemerintah Kota Kupang terus mendorong edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan bersih pantai menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak pencemaran.
Hijayas juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem. “Kita butuh dukungan pemerintah, masyarakat, dan NGO untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat mulai sadar akan dampak kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Video
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....