Mutiara Pagi datang dan beristirahat dalam Tuhan

  • 03 Mar 2026 05:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Memasuki minggu-minggu Pra-Paskah, Pra-Paskah adalah waktu perenungan untuk mengingat kembali perjalanan salib Tuhan, bukan sekadar tradisi gereja, tetapi perjalanan hati untuk kembali kepada-Nya. Di hari-hari menjelang Paskah, saat gereja mengajak umat menyiapkan diri secara rohani.

Penyuluh Agama Kristen Protestan Kementrian Agama Kabupaten Sumba Barat Sherniyati Tamu Ina, S.Th saat live mutiara pagi di Studio RRI Sumba pada, Selasa, 3 Maret 2026 mengatakan, di tengah kesibukan hidup, masa ini menjadi panggilan untuk berhenti sejenak dan memeriksa keadaan hati kita di hadapan Tuhan. Ibu-ibu yang letih memikirkan kebutuhan rumah tangga, bapak-bapak yang berjuang mencari nafkah di tengah ekonomi sulit, anak-anak muda yang gelisah memikirkan studi dan masa depan, serta siapa pun yang memendam luka karena konflik keluarga atau tuntutan adat di tanah Sumba.

Dari luar kita tampak kuat, tetapi di dalam sering kali kita lelah secara fisik, pikiran, dan batin. Yesus memberikan undangan dalam Injil Matius 11:28, Karena pada waktu itu banyak orang hidup dalam tekanan telah bekerja dan terbeban oleh aturan agama yang berat.

Dalam situasi itu Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.” Ia tidak meminta kita datang saat sudah kuat atau suci, tetapi justru saat kita lemah.

Undangan ini bersifat pribadi. Datang kepada Yesus berarti membawa kelelahan mental, kekecewaan, rasa tidak dihargai, dan ketakutan akan masa depan.

Tuhan tidak menolak hati yang lelah. Merespons ajakan itu? Pertama, beri diri waktu datang kepada Tuhan, walau hanya lima menit doa di pagi hari atau pujian sederhana saat bekerja.

Kedua, belajar melepaskan beban yang terlalu berat untuk kita kontrol masa depan, keuangan, penilaian orang dan menyerahkannya dalam doa.

Ketiga, bangun persekutuan yang saling menguatkan, tidak memendam luka sendirian. Seperti ember yang setiap hari ditimba dari sumur, kita tidak dapat mengosongkan seluruh sumur, tetapi kita bisa mengosongkan ember kita agar dapat diisi kembali.

Demikian pula hati kita perlu dikosongkan di hadapan Tuhan supaya diisi dengan kekuatan baru. Pendengar yang dikasihi Tuhan, mungkin hari ini ada yang merasa sangat lelah lelah menjadi istri, suami, orang tua, atau tulang punggung keluarga.

Firman Tuhan berkata: datanglah sekarang, bukan nanti. Kita memiliki tempat untuk kembali.

Kita memiliki Tuhan yang tidak menuntut kesempurnaan, tetapi mengundang dengan kasih. Kiranya Pra-Paskah ini tidak hanya menjadi musim di kalender gereja, tetapi menjadi momen pemulihan hati.

Setiap kali lelah itu datang lagi, ingatlah janji-Nya: “Marilah kepada-Ku… Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Prima)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....