Cap Go Meh: Simbol Syukur dan Harapan di Tahun Baru Imlek
- 28 Feb 2026 13:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba – Perayaan Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Tradisi ini jatuh pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek dan menjadi momentum penuh makna sebagai ungkapan syukur sekaligus doa menyongsong perjalanan hidup di tahun yang baru.
Secara historis dan budaya, Cap Go Meh identik dengan perayaan Festival Lampion atau Yuan Xiao Jie. Lampion-lampion yang dinyalakan melambangkan cahaya harapan, keberuntungan, dan kebahagiaan keluarga. Cahaya tersebut dimaknai sebagai simbol penerangan hidup, yang mengusir kegelapan dan membawa berkah bagi setiap keluarga.
Sebagai penutup perayaan Imlek, Cap Go Meh juga diisi dengan berbagai tradisi dan doa bersama. Umat Tionghoa memanjatkan harapan akan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran rezeki sepanjang tahun. Momentum ini menjadi waktu refleksi sekaligus penguatan nilai kebersamaan dalam keluarga.
Kebersamaan keluarga menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Salah satu sajian khas yang dihidangkan adalah tangyuan atau bola ketan manis yang melambangkan persatuan, keharmonisan, dan keutuhan keluarga. Tradisi makan bersama mempererat hubungan antarsesama anggota keluarga dan memperkuat nilai kekeluargaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....