Penyuluh Hindu Ingatkan Kembali Prosesi Ngaben
- 27 Feb 2026 21:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Gusti Ayu Sukarmiasih, mengingatkan umat Hindu untuk memahami kembali prosesi Ngaben secara utuh. Pemahaman tersebut penting agar setiap tahapan upacara memiliki makna spiritual yang benar.
“Ngaben bukan hanya prosesi pembakaran jenazah, tetapi rangkaian suci untuk melepaskan ikatan keduniawian sang atman,” ujar I Gusti Ayu Sukarmiasih, Rabu 25 Februari 2026. Ia menegaskan, setiap tahapan memiliki simbolisme mendalam dalam ajaran Hindu.
Ia menjelaskan, Ngaben atau Pelebon merupakan simbol pengembalian unsur Panca Maha Bhuta, yakni tanah, air, api, udara, dan eter ke alam semesta. Melalui prosesi ini, jasmani dikembalikan kepada asalnya sebagai bagian dari siklus kehidupan.
Tahapan berikutnya adalah Nyekah atau Memukur yang bertujuan menyucikan atma agar dapat meningkat menjadi roh suci. Prosesi ini dimaksudkan agar leluhur memperoleh tempat yang layak di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Setelah itu dilaksanakan Nganyud sebagai simbol pengembalian unsur air dan pembersihan sisa-sisa keduniawian, serta Nilapati untuk menstanakan roh leluhur di Sanggah atau Merajan keluarga,” jelasnya. Ia menambahkan, seluruh rangkaian tersebut tidak boleh dipahami secara terpisah karena saling berkaitan.
Menurutnya, setiap prosesi dalam Pitra Yadnya mengandung nilai pendidikan spiritual bagi keluarga yang ditinggalkan. Melalui upacara ini, umat diajak memahami hakikat kehidupan, kematian, dan kesucian jiwa.
Ia pun mengingatkan agar pelaksanaan Pitra Yadnya dilakukan dengan ketulusan dan kesadaran, bukan semata mengikuti tradisi. Dengan pemahaman yang benar, Ngaben menjadi sarana penghormatan tertinggi kepada leluhur sesuai ajaran dharma. (ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....