Sinergi Lintas Sektor Lestarikan Situs Sejarah TTS

  • 27 Feb 2026 18:33 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Pelestarian sejarah lokal di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) kini difokuskan pada kerja kolaboratif lintas sektor untuk melindungi situs-situs bersejarah dari desakan tata ruang dan modernisasi. Upaya ini melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga masyarakat adat guna menjaga otentisitas warisan leluhur.

Hal tersebut ditegaskan oleh El dari Dinas Pariwisata Kabupaten TTS. Ia mencontohkan langkah konkret perbaikan situs Taman Beatrix di Kota Soe yang melibatkan berbagai pihak sebagai bukti komitmen pelestarian.

“Tantangan pelestarian sangat besar, mulai dari desakan pembangunan ekonomi hingga kelapukan fisik bangunan tradisional seperti rumah bulat (Ume Kbubu). Oleh karena itu, kami membangun komunikasi informal dengan keluarga kerajaan di tiga sonaf, yaitu Amanatun, Amanuban, dan Mollo,” ungkapnya.

El menambahkan bahwa integrasi sejarah dalam dunia pendidikan juga menjadi strategi jangka panjang pemerintah daerah.

“Muatan lokal bahasa Dawan telah masuk kurikulum, dan festival budaya tahunan menjadi wadah bagi sesepuh untuk menuturkan sejarah lisan kepada anak-anak sejak tingkat sekolah dasar. Ini penting untuk membangun karakter dan jati diri,” jelasnya.

Melalui Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPARDA) yang sedang digodok, pemerintah berkomitmen menetapkan arah kebijakan yang lebih kuat dalam memproteksi kawasan bersejarah agar pariwisata TTS tetap tumbuh berbasis pada kearifan lokal yang terjaga. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....