Dari Luka menuju Harapan: Pemberkatan Nikah yang Mengharukan
- 20 Feb 2026 22:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Senja merunduk pelan di kawasan Bello, memantulkan cahaya keemasan di halaman Kapela Santo Agustinus Bello, Kota Kupang. Di ambang pintu kapela kecil itu, tiga imam diosesan berdiri tenang menyambut dua insan yang akan meneguhkan janji hidup bersama: Adriana Kase dan Yohanes Sira Raya.
Prosesi penerimaan berlangsung sederhana, namun sarat makna. Imam utama, RD Dus Bone dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, didampingi RD Toni Kobesi dan RD Konradus Takene, menerima kedua mempelai yang terlebih dahulu diserahkan secara adat oleh perwakilan keluarga, Donatus Manehat dan Maria Hilaria.
Langkah perlahan memasuki kapela membawa umat pada suasana khidmat Misa Pemberkatan Nikah yang digelar Senin 16 Februari 2026. Liturgi dan doa mengalun lembut, membingkai peristiwa yang lebih dari sekadar seremoni, sebuah peneguhan panggilan hidup dalam persekutuan kasih.
Dalam homilinya, RD Konradus Takene menegaskan bahwa perkawinan merupakan ikatan seumur hidup yang bertumpu pada cinta kasih, kesetiaan, ketulusan, dan tanggung jawab. “Suami dan istri dipanggil untuk saling menguatkan serta menjadi teladan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat,” ujarnya.
Di hadapan altar, disaksikan imam dan umat, Adriana dan Yohanes mengucapkan janji nikah dengan suara mantap. Suasana semakin haru ketika terungkap kisah pribadi keduanya.
Salah satu mempelai tumbuh tanpa orang tua, sementara yang lain telah lama berpisah dari ibunya yang hingga perayaan berlangsung belum dapat dihubungi. Dalam keheningan kapela, pengalaman kehilangan itu justru menegaskan makna kehadiran, kesetiaan, dan harapan akan keluarga yang baru dibangun.
Perayaan kemudian berlanjut dalam nuansa syukur. Wajah-wajah keluarga dan umat memancarkan harapan bahwa rumah tangga yang baru diteguhkan ini akan bertumbuh dalam kasih yang setia, mampu melewati suka dan duka, serta menjadi tanda kehidupan yang diberkati.
Di tengah senja Bello yang perlahan memudar, janji yang terucap hari itu diharapkan tidak hanya menggema di ruang kapela, tetapi hidup dan bertumbuh dalam perjalanan waktu, sebuah awal baru yang dititipkan pada iman, cinta, dan harapan. (GT/ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....