BPBD Sumba Timur Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

  • 17 Feb 2026 07:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur terus memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di wilayahnya. Penata Penanggulangan Bencana BPBD Sumba Timur, Heli Hungguli di Waingapu, Sumba Timur Jumat, 13 Februari 2026. menyampaikan, berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari pelatihan relawan hingga sosialisasi kebencanaan di desa-desa rawan bencana.

Menurutnya, pelatihan difokuskan pada wilayah yang telah memiliki relawan siaga bencana. BPBD juga memanfaatkan data dan pemetaan daerah rawan untuk menentukan lokasi prioritas kegiatan. Tahun lalu, sosialisasi telah dilaksanakan di tujuh desa, dan pada tahun ini program serupa kembali menyasar tujuh desa yang memiliki potensi risiko bencana cukup tinggi.

Selain itu, BPBD berencana menetapkan Kelurahan Makore sebagai desa tangguh bencana pada tahun ini. Wilayah yang berada di kawasan pesisir tersebut dinilai memiliki kerentanan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak hidrometeorologi. Melalui program ini, BPBD akan mengoptimalkan kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumba Timur, Umbu Ramaawang, menjelaskan bahwa saat musim hujan, potensi bencana yang kerap terjadi adalah hidrometeorologi, seperti banjir dan angin kencang. Beberapa kejadian banjir di awal tahun sempat merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter, meski surut dalam beberapa jam.

Dampak banjir umumnya merusak lahan pertanian di daerah aliran sungai serta menggenangi rumah warga. Meski demikian, dalam beberapa bulan terakhir tidak terdapat korban jiwa akibat bencana tersebut. "Selain banjir, angin kencang juga terjadi di sejumlah desa dan menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga," ungkap Ramaawang kepada RRI.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Sumba Timur, Abner Pandarangga, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk swasta dan organisasi mitra, yang telah berkolaborasi dalam pelatihan peringatan dini dan pengurangan risiko bencana. Ia menegaskan bahwa BPBD terus meningkatkan respons tanggap darurat melalui prosedur bantuan emergensi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.(yb)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....