Sampaikan Refleksi, Penyuluh Katolik Ajak Belajar Percaya tanpa Syarat

  • 16 Feb 2026 06:46 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Penyuluh Agama Katolik dari Kanwil Kementerian Agama NTT, Marselinus Elias Seso, mengajak umat untuk belajar percaya tanpa syarat dalam renungan yang disampaikannya di RRI Kupang, Senin16 Februari 2026. Mengacu pada bacaan Injil Markus 8:11-13 tentang orang Farisi yang meminta tanda, ia menegaskan bahwa iman Kristiani harus dibangun di atas kesetiaan kepada Allah.

“Reaksi Yesus dalam bacaan ini tegas menolak memberi tanda. Persoalannya bukan pada kuasa-Nya, tetapi karena hati yang tertutup terhadap karya Allah. Kita belajar bahwa iman bukan soal menuntut bukti, melainkan percaya tanpa syarat,” ujar Marselinus dalam siaran Pro1 RRI Kupang.

Ia menjelaskan, permintaan tanda dari orang Farisi mencerminkan sikap manusia yang kerap menggantungkan iman pada hal-hal spektakuler. Padahal, menurutnya, pencobaan bukan sekadar ujian yang harus dihindari, melainkan sarana pemurnian iman agar semakin dewasa dan tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Dalam refleksinya, Marselinus juga mengutip penegasan Yakobus yang menekankan pentingnya iman yang tetap teguh di tengah pencobaan. Iman, katanya, justru bertumbuh ketika seseorang mampu bertahan dan setia dalam situasi sulit, bukan ketika semua berjalan lancar tanpa tantangan.

Ia mengingatkan bahwa realitas hidup saat ini, mulai dari pergumulan ekonomi, kesehatan, relasi, hingga panggilan hidup, sering membuat orang mudah goyah. Namun di tengah situasi tersebut, umat dipanggil untuk tidak terombang-ambing dalam kepercayaan, melainkan tetap teguh berjalan bersama Tuhan.

“Kita sering seperti orang Farisi, berdoa sambil meminta tanda, terutama saat sakit tak kunjung sembuh atau usaha belum membuahkan hasil. Padahal iman diminta untuk setia. Percaya tanpa syarat berarti tetap bertanggung jawab dan setia meskipun hasilnya belum tampak,” tegasnya.

Menurut Marselinus, peralihan dari sikap menuntut tanda menuju iman yang menjalani proses merupakan langkah penting dalam pendewasaan rohani. Iman Kristiani, lanjutnya, bukan iman yang menunggu bukti baru percaya, tetapi iman yang berani melangkah dalam keyakinan akan penyertaan Allah.

Ia pun mengajak umat untuk meluangkan waktu berdoa meski hati terasa kering dan tetap setia dalam hal-hal kecil. Sebab, iman yang tekun dan teruji dalam keseharian itulah yang pada akhirnya meneguhkan perjalanan hidup bersama Tuhan, tanpa syarat dan tanpa keraguan. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....