Ibadah Betania Baa Teguhkan Iman di Tengah Badai
- 25 Jan 2026 10:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Jemaat GMIT Betania Baa melaksanakan Ibadah Minggu pagi dengan menggunakan Tata Ibadah Model 5, Minggu (25/1/2026). Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Yuaniken Lestari Siokain, S.Th, yang memimpin seluruh rangkaian ibadah dengan khidmat dan tertib.
Pembacaan Alkitab diambil dari Injil Matius 14:22–33 yang mengisahkan peristiwa Yesus meredakan angin ribut serta menguatkan iman para murid. Kisah tersebut menjadi dasar renungan bagi jemaat dalam memahami karya Allah di tengah pergumulan hidup, khususnya di masa-masa sulit yang kini sedang dialami masyarakat Rote Ndao.
Melalui khotbah bertema “Kesetiaan Tuhan di Tengah Badai Hidup”, Pdt. Yuaniken menegaskan bahwa setiap orang percaya tidak pernah dibiarkan berjalan sendiri menghadapi persoalan. Tuhan hadir sebagai penopang, sebagaimana Yesus yang mengulurkan tangan menolong Petrus ketika mulai tenggelam.

Jemaat Betania Baa sementara mendengarkan Kothbah pada Ibadah Minggu Pagi Jemaat Betania Baa.( Foto : Rudi RRI Rote)
Ia mengajak Jemaat tetap berpegang pada janji dan kesetiaan Tuhan, meskipun menghadapi badai kehidupan seperti persoalan keluarga, kesehatan, ekonomi, maupun pergumulan pribadi lainnya. Menurutnya, badai kehidupan tidak selalu dihapuskan seketika, tetapi melalui badai itulah iman diuji dan karakter dibentuk.
Pesan khotbah tersebut menjadi relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana Kabupaten Rote Ndao sedang menghadapi cuaca ekstrem berupa potensi angin kencang dan gelombang tinggi.
Situasi ini berdampak pada terhambatnya distribusi logistik serta pasokan bahan bakar minyak (BBM), termasuk keterlambatan kapal pengangkut BBM milik PLN.
Akibatnya, pemadaman listrik bergilir mulai terjadi di sejumlah wilayah, sementara ketersediaan BBM di SPBU menipis dan kebutuhan pokok harian masyarakat mulai terdampak.
Dalam suasana yang penuh keprihatinan ini, Jemaat GMIT Betania Baa kembali diteguhkan untuk tidak takut dan tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan yang setia menyertai. Ibadah Minggu ditutup dengan doa syafaat dan berkat, dengan keyakinan bahwa Tuhan yang menolong para murid di tengah badai juga hadir menopang umat-Nya melewati tantangan hidup hari ini. (RH)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....