Hari Bumi 2025: Saatnya Berkomitmen pada Energi Bersih demi Kesehatan
- 22 Apr 2025 14:26 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Peringatan ke-55 Hari Bumi pada 22 April 2025, dunia diajak untuk mengambil langkah nyata dalam transisi menuju energi terbarukan. Kampanye global tahun ini yang digalakkan oleh Earthday.org menekankan pentingnya memanfaatkan energi bersih demi membangun masa depan yang sehat, berkelanjutan, adil, dan sejahtera bagi semua. Energi terbarukan tak hanya menawarkan solusi bagi krisis iklim, tetapi juga menjadi kunci revolusi kemanusiaan dengan menyediakan akses energi yang murah dan hampir tak terbatas.
Menurut Earthday.org. Saat ini, sekitar 3,8 miliar orang di dunia masih hidup di bawah ambang batas Modern Energy Minimum (MEM), yaitu kurang dari 1.000 kilowatt-jam per tahun per kapita—tingkat konsumsi minimum yang dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan. Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin memiliki potensi besar untuk mengubah kondisi ini. Dengan meningkatkan akses terhadap energi bersih, tidak hanya memperbaiki standar hidup, tetapi juga memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
Manfaat kesehatan dari transisi energi juga sangat signifikan. Pengurangan polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil dapat menurunkan risiko berbagai penyakit serius seperti asma, bronkitis, serangan jantung, dan stroke. Selain itu, udara yang lebih bersih juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan, terutama di kawasan urban yang padat penduduk dan rawan polusi.
Perempuan merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak lingkungan, seperti polusi udara dan air. Studi menunjukkan bahwa polusi dapat meningkatkan risiko kanker payudara, gangguan ovarium, dan komplikasi kesehatan ibu. Oleh karena itu, memperbaiki kualitas lingkungan melalui penggunaan energi bersih secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan perempuan dan keluarga mereka.
Lebih jauh lagi, penggunaan energi terbarukan berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca, yang membantu memperlambat laju perubahan iklim dan mengurangi risiko bencana alam seperti gelombang panas, banjir, serta penyebaran penyakit menular. Selain kesehatan fisik, kualitas kesehatan mental juga turut membaik karena berkurangnya stres akibat ancaman lingkungan. Semua ini bermuara pada sistem perawatan kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta kehidupan yang lebih layak bagi generasi kini dan mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....