Mengenal Superiority Complex: Saat Rasa Unggul Menjadi Masalah
- 31 Okt 2024 08:49 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang Superiority complex atau sikap superior adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa dirinya lebih unggul atau superior dibandingkan orang lain, dan kerap menunjukkan sikap arogan, meremehkan, atau memandang rendah orang di sekitarnya. Berbeda dengan kepercayaan diri yang sehat, superiority complex seringkali menjadi bentuk kompensasi terhadap rasa rendah diri yang sebenarnya dialami oleh individu tersebut. Hal ini sampaikan Prihadi Kristiyan, M.Th. Penyuluh Agama Kristen pada Kementerian Agama Provinsi NTT dalam Obrolan Mutiara Pagi, Selasa (29/10/2024) dengan Topik 'Berusahalah rendah hati, jangan merasa diri lebih superior'
Selanjutnya Prihadi mengatakan orang dengan superiority complex cenderung menampilkan beberapa ciri seperti merasa diri selalu benar sehingga sulit menerima saran atau kritik, memandang rendah orang lain, meremehkan, menganggap hanya dirinya yang mampu atau paling kompeten. Selain itu cenderung membutuhkan pengakuan untuk merasa lebih unggul dan sering kali, sikap superior ini sebenarnya adalah bentuk pertahanan diri untuk menutupi perasaan rendah diri atau tidak percaya diri.
"Beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang merasa superior di antaranya tidak mau menerima kegagalan, tekanan sosial, tidak ingin dipandang lemah atau tidak mampu dan takut. Lebih dari itu semua sikap superior hendaknya dihindari. Kita harus bisa menghargai sesama, jangan merasa hebat. Kita juga harus menyadari bahwa ketika kita berelasi dengan orang lain, tidak jarang perasaan superior muncul di dalam hati kita," kata Prihadi.
Superiority complex sering membawa dampak buruk pada hubungan interpersonal. Seseorang yang terus menunjukkan sikap superior akan cenderung dijauhi karena dianggap arogan atau sombong. Hal ini bisa menciptakan isolasi sosial dan memperburuk kesehatan mental seseorang, terutama jika mereka kehilangan dukungan sosial.
Ada beberapa hal yang bisa diterapkan oleh orang dengan superiority complex yang ingin memperbaiki sikapnya yaitu jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan dan pencapaian yang dimiliki, berani untuk belajar dan meminta bantuan dari orang lain, belajar menerima kekurangan diri sendiri, berani mengakui keberhasilan orang lain tanpa rasa iri. Selain itu dapat menjadikannya sebagai motivasi, mengakui kesalahan diri sendiri dan berusaha menjadi lebih baik lagi, meyakinkan diri sendiri bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing serta melakukan introspeksi diri bahwa sikap merendahkan orang lain dapat menyakiti perasaan orang tersebut
Meskipun superiority complex adalah masalah yang rumit, tetapi dengan pendekatan yang tepat dan kesediaan untuk berubah, setiap orang bisa belajar untuk memiliki pandangan diri yang lebih sehat dan menjaga hubungan yang positif dengan orang di sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....