"Rukattu",Tradisi Mengembalikan Raga Do Made
- 11 Apr 2024 20:17 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Masyarakat Sabu di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, mempunyai Tradisi Rukattu (Rambut) atau Pebale Rukattu Do Made (Mengembalikan raga orang yang sudah meninggal di perantauan ke kampung halamannya).
Dalam tradisi yang biasa dilakukan pada bulan Juni ini, biasanya anak dan keluarga membawa Rukattu, atau diistilahkan sebagai pakaian orang yang sudah meninggal, kembali ke rumah leluhurnya di Sabu (Amu Kepue). Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar dalam tradisi ini, yaitu orang yang ditugaskan membawa pakaian almarhum, harus memangku pakaian tersebut dari saat keberangkatan maupun sampai tujuan.
Bahkan ketika hendak berangkat menggunakan transportasi laut, pihak keluarga harus memberitahukan petugas kapal, bahwa dalam kapal tersebut sedang membawa Rukattu. Hal ini diyakini agar dalam perjalanan kapal tersebut tidak terjadi halangan.
Ketika tiba di Amu Kepue, rombongan dari anak dan keluarga Almarhum disambut dengan isak tangis haru dari keluarga yang sudah menunggu. Rukattu atau pakaian yang dibawa kemudia diserahkan kepada orang yang ditugaskan untuk menerima, yaitu saudara dari Almarhum.
Pihak yang menerima, akan menceritakan silsilah dari Almarhum dari saat dilahirkan di kampungnya dan sampai ia meninggal di perantauan untuk diketahui semua yang hadir. Setelah itu, dilakukan doa syukur oleh Tua Adat atau Pendeta setempat dan Rukattu atau pakaian tersebut dibagikan kepada sanak saudara/kerabat dari Almarhum yang hadir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama seluruh keluarga yang datang. Adapun makanan yang dihidangkan adalah nasi putih dan daging yang dimasak dengan cara direbus, dan dipotong dengan ukuran yang besar.
Makanan ini tidak disajikan di piring makan biasa, tetapi di piring khusus, yaitu Kerigi Wore (piring yang terbuat dari daun lontar). Sampai sekarang tradisi Rukattu ini masih terus dipelihara oleh masyarakat Sabu Raijua. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....