NTT Perkuat Ketahanan Air Melalui 22 Bendungan, 2 On Going dan 3 Berpotensi Dibangun

  • 07 Okt 2026 12:24 WIB
  •  Kupang

RRI.co.id, Kupang – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST, M.PSDA, menyampaikan Nusa Tenggara Timur memiliki 22 bendungan sebagai infrastruktur pendukung ketersediaan air masyarakat. Menurut Parlinggoman, dari keseluruhan bendungan tersebut terdapat 2 bendungan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan atau on going, sementara 3 lokasi lainnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bendungan.

Upaya memperkuat ketersediaan air juga dilakukan melalui pembangunan dua embung baru yang saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan pada sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur. Pembangunan berbagai infrastruktur tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghadapi ancaman kekeringan sekaligus memastikan ketersediaan air berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat.

Parlinggoman mengatakan BBWS Nusa Tenggara II juga berupaya menyediakan sumur bor untuk daerah-daerah yang memiliki keterbatasan dalam pembangunan embung maupun bendungan sebagai sumber air alternatif. Dalam pelaksanaannya, BBWS Nusa Tenggara II sedang mencari serta menginventarisasi cekungan air tanah pada sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi sumber air bawah tanah.

Dengarkan Juga : NTT Miliki 22 Bendungan, 2 On Going dan 3 Berpotensi Dibangun

Inventarisasi tersebut dilakukan secara cermat agar kegiatan pengeboran dapat dilakukan pada lokasi yang tepat dan memiliki peluang keberhasilan dalam menemukan sumber air. Menurutnya, seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur.

Selain mendukung kebutuhan domestik masyarakat, penguatan infrastruktur sumber daya air di NTT diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian dan mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian. Pemerintah melalui BBWS Nusa Tenggara II terus mendorong pengelolaan sumber daya air secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik wilayah NTT yang menghadapi keterbatasan air musiman. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....