BWS NT II Perkuat Tampungan Air NTT Hadapi Ancaman Kekeringan
- 07 Okt 2026 08:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II memperkuat strategi penyediaan air NTT melalui pembangunan bendungan, embung, dan sumur bor. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menghadapi curah hujan rendah sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi daerah.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST, M.PSDA kepada RRI Kupang, Rabu, 7 Oktober 2026 menjelaskan NTT memiliki tiga wilayah sungai yang mencakup sejumlah pulau besar dan wilayah kepulauan. Menurutnya, kondisi geografis tersebut membuat pengelolaan air membutuhkan strategi khusus karena curah hujan berada dibawah rata-rata nasional Indonesia.
Curah hujan Pulau Timor disebut dapat berada pada kisaran 1.200 hingga 1.400 milimeter setiap tahun di beberapa wilayah. Karena itu, BWS NT II mendorong pembangunan kantong-kantong air untuk menahan air hujan agar tidak terbuang ke laut.
Saat ini, NTT disebut memiliki sekitar 22 bendungan, sementara dua bendungan besar masih terus dalam proses pembangunan kini. Bendungan Manikin di Pulau Timor memiliki kapasitas 29 juta meter kubik, dengan tampungan efektif 15 juta meter kubik.
Sementara Bendungan Mbai di Pulau Flores memiliki kapasitas total sekitar 52 hingga 54 juta meter kubik secara keseluruhan. Selain bendungan, BWS NT II juga menyiapkan pembangunan dua embung baru serta memanfaatkan potensi cekungan air tanah setempat.
Parlinggoman menyebut strategi penting agar kebutuhan air minum tetap terpenuhi ketika kondisi iklim tidak ideal. “Target kami sebetulnya adalah bagaimana bisa bikin tampungan sebanyak-banyaknya dan bisa mempertahankan, mengkonservasi air itu lebih lama,” ujarnya.
Air yang tersimpan kemudian diharapkan mendukung kebutuhan rumah tangga, irigasi, pengendalian banjir, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan masyarakat NTT. BWS NT II menilai penguatan infrastruktur tampungan menjadi langkah penting agar keterbatasan air tidak menghambat aktivitas masyarakat NTT. (DB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....