FCE 2026 Jadi Wadah Penguatan Ekonomi Kerakyatan NTT Berdaya Saing

  • 07 Okt 2026 07:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pengembangan perekonomian yang berkelanjutan melalui pengembangan UMKM pada kegiatan Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 pada 2–4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Kupang. Selama tiga hari pelaksanaan, FCE 2026 menghadirkan berbagai rangkaian pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif melalui masterclass, talkshow, kompetisi, pameran UMKM, edukasi, aktivasi masyarakat, hingga hiburan yang mengangkat tiga komoditas utama NTT, yaitu wastra, kopi, dan kuliner.

FCE 2026 mengangkat tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan” serta semangat “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”, yang dimaknai sebagai bersama, saling peduli, dan menguatkan untuk bangkit, sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores. Pembukaan FCE 2026 dihadiri Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, Ketua DPRD Prov. NTT, Emelia Julia Nomleni, Forkopimda Prov. NTT, Wali Kota Kupang, beberapa Bupati dan Wakil Bupati, serta jajaran pemerintah daerah, lembaga keuangan, perbankan, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, pelaku UMKM, dan mitra strategis.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendorong pengembangan potensi unggulan NTT menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. FCE 2026 dirancang dengan kerangka 3I+S yaitu impactful, inklusif, integrasi, dan sinergi. Dalam sambutannya, Adidoyo Prakoso selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan bahwa kegiatan FCE 2026 menjadi wadah bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.

Selain itu, rangkaian kegiatan FCE dirancang untuk memberikan dampak kepada UMKM dan masyarakat, dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, dan mendukung berbagai tujuan secara sinergis antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dengan Pemerintah Provinsi NTT. Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur mengapresiasi transformasi Exotic Tenun Fest menjadi Flobamorata Creative Expo sebagai langkah strategis untuk memperluas potensi ekonomi kreatif daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa, ekonomi kreatif tidak hanya menghadirkan produk atau pameran, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat identitas budaya, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong FCE menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi.

Ia menyebut bahwa, pengembangan produk unggulan perlu terus didorong agar memiliki kualitas dan daya saing pasar yang semakin kuat, sekaligus mendukung penguatan wisata budaya dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan bahwa FCE 2026 menjadi ruang strategis untuk mengembangkan potensi unggulan NTT sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan penciptaan lapangan kerja.

Destry Damayanti menyampaikan bahwa, kekayaan NTT tidak hanya tercermin dari tenun, tetapi juga kopi, kelor, kuliner, dan berbagai produk kreatif lainnya yang merepresentasikan potensi daerah secara utuh. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dilakukan melalui pendekatan ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui pengembangan UMKM.

Untuk itu, Bank Indonesia senantiasa menjalin sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mendorong ekonomi kerakyatan demi perekonomian yang tumbuh dan berdaya tahan. FCE 2026 merupakan transformasi dari Exotic Tenun Fest (ETF) dengan cakupan pengembangan ekonomi kreatif yang lebih luas.

Tenun dan wastra tetap menjadi salah satu identitas utama NTT, yang kemudian diperkuat dengan pengembangan kopi, kuliner, dan berbagai produk unggulan dan inovatif lainnya. FCE 2026 mengusung semangat “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”, yang dimaknai sebagai bersama, saling peduli, dan menguatkan untuk bangkit, sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores.

Semangat tersebut diterjemahkan melalui berbagai aktivasi donasi, antara lain QRIS ChariTree, kontribusi dari penjualan UMKM, serta lelang tenun yang hasilnya disalurkan untuk mendukung masyarakat terdampak bencana. Kontribusi dari penjualan UMKM selama tiga hari, donasi melalui kanal QRIS ChariTree, serta kegiatan lelang tenun menghasilkan tambahan donasi dengan total nilai sebesar Rp29.099.266 untuk mendukung pemulihan masyarakat Flores.

Rangkaian FCE 2026 menegaskan komitmen KPw BI NTT untuk terus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, pelestarian budaya, hilirisasi komoditas, digitalisasi, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. (rlsbintt/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....