Pendiri Remaja Mandiri Community Ajak Anak Muda Bangun Desa
- 06 Okt 2026 16:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Founder Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko, Ferdinandus Watu mengajak masyarakat NTT khususnya generasi muda untuk membangun desa. Berbagai potensi yang ada dinilai dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi sekaligus mendorong kemajuan masyarakat dan pemerataan pembangunan.
"Saya melihat bahwa anak-anak yang sudah selesai pendidikan itu, jarang untuk kembali ke desa. Lalu disisi lain, banyak orang-orang yang ada di desa bertransmigrasi atau keluar dari daerahnya," kata Ferdinandus Watu dalam Obrolan Akamsi Pro4 RRI Kupang, Senin, 05 Oktober 2026.
Menurut Nando Watu, desa merupakan wajah depan Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dalam pengembangan pembangunan. Untuk itu, ia mengajak generasi muda untuk kembali memberi kontribusi bagi kampung halaman dengan mengembangkan berbagai potensi di desa.
"Kalau mampu bangun Indonesia harus mulai dari kampung. Kita bisa lihat makin tinggi pendidikan seseorang makin meninggalkan kampung halamannya, padahal ari-ari itu ditanam di kampung di mana mereka dilahirkan dan dibesarkan," ujar Nando Watu.

Nando Watu menjelaskan bahwa RMC merupakan komunitas yang berfokus mendorong kemajuan generasi muda melalui akses informasi beasiswa dan pendidikan. Menurutnya, generasi muda yang ada desa perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mendukung masa depan mereka.
"Kita lebih kepada berbagi informasi untuk anak-anak bisa mendapatkan akses beasiswa kepada meraka. Kita juga membuka kursus bahasa Inggris tetapi bayarnya pakai sampah. lalu lebih kepada mentransformasi pengetahuan dan informasi kepada anak-anak dari desa," ucap Nando Watu.
Melalui Remaja Mandiri Community, Nando mendorong generasi muda untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan dengan membudidayakan berbagai jenis pangan lokal. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pangan sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat.
"Saya melihat bahwa potensi spirit dari budaya lokal kita adalah pangan seperti, sorgum jewawut, dan wijen. Pangan itu adalah identitas kita dan hampir semua ritual adat budaya kita menggunakan pangan. Ketiak pangan itu hilang dengan sendirinya identitas kita hilang," ujar Nando Watu.
Anggota DPRD Kabupaten Ende, Ferdinandus Watu, juga mengajak generasi muda untuk berpartisipasi pada sektor pariwisata khususnya pengembangan ekowisata. Melalui program kewirausahaan sosial, didorong untuk mengembangkan usaha sesuai potensi lokal, seperti menjadi petani, peternak, dan nelayan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....