Pasca Gempa Flores, Gerakan Satu Asa Dorong Anak-anak Kembali Belajar

  • 06 Okt 2026 07:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang — Bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengancam kelangsungan pendidikan ribuan anak. Menjawab tantangan tersebut, gerakan "Satu Asa Untuk Flores, Bersama Kita Peduli" hadir untuk memastikan proses belajar-mengajar tetap berlanjut di tengah keterbatasan.

Dalam siaran Obrolan Akamsi di RRI Pro 4 Kupang pada Sabtu, 3 Oktober 2026, elawan Dompet Dhuafa NTT, Aji Suksin, mengungkapkan bahwa trauma akibat gempa susulan masih membayangi para siswa di lokasi bencana. Belajar di bawah sekolah darurat beratap terpal yang panas menjadi realitas harian bagi para pelajar jenjang TK, SD, hingga SMP.

"Tujuan dari Satu Asa ini sebenarnya untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak sekolah untuk mulai belajar kembali. Karena ada beberapa bangunan sekolah yang memang tidak layak huni lagi, jadi kita membuat sekolah darurat beratap terpal dan kayu agar mereka tetap beraktivitas dan lanjut mencapai cita-citanya," ujarnya.

Aji menambahkan bahwa trauma psikologis masih dirasakan langsung oleh para siswa saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung di lapangan.

"Pada saat kami di lokasi, memang kita sudah bangun sekolahnya. Tapi di sana kan masih ada gempa-gempa susulan 3 sampai 4 skala richter, anak-anak langsung lari keluar, bahkan ada yang sampai gemetar karena trauma," ucapnya.

Melalui kolaborasi Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, Maluku, hingga Jawa Timur, bantuan berupa perlengkapan sekolah, mulai dari buku, tas, hingga alat tulis yang didistribusikan secara bertahap. Aji menekankan bahwa dukungan publik, sekecil apa pun, sangat berdampak nyata bagi masa depan anak-anak di pedalaman Flores.

"Masyarakat jangan berpikir kita harus berdonasi besar untuk bisa membantu. Hal kecil seperti donasi Rp5.000 atau Rp10.000 itu bisa kita beli satu pak pulpen, dan itu sangat berdampak untuk motivasi belajar satu orang anak di Flores," ujarnya. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....