Dari Israel ke Taiwan, Martyn Ajak Anak Muda NTT Tak Gengsi Bertani

  • 03 Okt 2026 17:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Sektor pertanian bukan lagi profesi tertinggal yang hanya diidentikkan dengan generasi tua. Kehadiran inovasi dan teknologi global kini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengatangkan keterampilan hingga tingkat internasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.

Pesan inspiratif tersebut disampaikan oleh Community Organizer Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM), Martyn Radja Riwu, saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Akamsi di Stasiun RRI Pro 4 Kupang, Selasa, 29 September 2026. Martyn, pemuda asal Kupang yang menuntaskan pendidikan sarjananya di Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) pada pertengahan 2024, membuktikan bahwa ketekunan di bidang pertanian mampu membukakan jalan belajar hingga ke mancanegara.

"Jangan pernah mengangap bahwa pertanian adalah pekerjaan remeh atau sekadar urusan orang tua. Di tengah perkembangan zaman, pertanian adalah sektor utama yang menopang kebutuhan dasar manusia dan mendukung perkembangan sektor-sektor lainnya," kata Martyn.

Perjalanan internasional Martyn dimulai usai menuntaskan kuliahnya pada 2024. Saat itu, ia mendapat kesempatan mengikuti program magang pertanian di Gurun Arafah, Israel.

Selama di sana, ia belajar langsung bersama petani setempat mengenai etos kerja tinggi, kedisiplinan, serta penerapan teknologi modern seperti irigasi tetes dan pengolahan bahan organik. Tidak berhenti di situ, Martyn kembali mengukir prestasi dengan lolos seleksi program magang pertanian modern ke Taiwan yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian RI bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP).

Dari total 50 peserta yang terpilih secara nasional, Martyn menjadi satu dari 5 pemuda perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dijadwalkan berangkat pada 9 November 2026 mendatang.

"Saya ingin terus meningkatkan keterampilan. Selama di Taiwan nanti, saya berfokus mempelajari praktik lapangan, khususnya pengembangan genetika tanaman dan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim agar bisa diterapkan di lahan kita di NTT," ujarnya.

Melalui pengalaman yang ditimbanya, Martyn mendorong anak-anak muda di NTT untuk mengubah pola pikir dan berani mengambil peran aktif dalam mengelola potensi pertanian daerah, terutama di sektor lahan kering. Menurutnya, keterlibatan pemuda yang adaptif terhadap teknologi menjadi kunci penting dalam memajukan ketahanan pangan daerah.

"Anak muda harus punya keberanian dan niat untuk terus menambah skill. Dengan keterlibatan generasi muda, kita bisa membuktikan bahwa NTT memiliki potensi besar dan mampu menghasilkan komoditas pangan yang berkelanjutan," tambah Martyn.

Melalui rekam jejak perjalanan belajarnya dari Israel hingga Taiwan, Martyn berharap pengalaman dan pengetahuan teknis yang diperolehnya kelak dapat dibagikan kepada masyarakat luas serta menginspirasi generasi muda NTT untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....