Air Bersih dan Sanitasi Masih Jadi Catatan di Lokasi Pengungsian Pascagempa
- 02 Okt 2026 10:08 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketersediaan air bersih dan sanitasi masih menjadi catatan dalam penanganan masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian dengan akses terbatas terhadap fasilitas MCK.
Muhlisnah Usman selaku Officer Respon Darurat Kesehatan dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa NTT mengatakan, saat tim berada di lokasi masih ditemukan kekurangan air bersih dan fasilitas sanitasi, khususnya MCK. “Saat ini masih menjadi catatan untuk fasilitas itu, untuk ketersediaan air bersih. Memang di saat kita di sana, kekurangan air bersih dan sanitasi, khususnya MCK,” kata Lisna di RRI Kupang, Kamis, 1 Oktober 2026.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, Dompet Dhuafa secara berkala menyalurkan air bersih ke sejumlah titik. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum maupun masyarakat di lokasi pengungsian utama.
“Dari Dompet Dhuafa dalam seminggu itu juga kita ada ketersediaan air bersih, seperti kami mengisi ke dapur umum dan juga di titik-titik pengungsi utama,” ujarnya. Penyaluran air bersih juga dilakukan menggunakan mobil tangki untuk menjangkau lokasi yang berada jauh dari titik pengungsian utama.
Selain air bersih, Dompet Dhuafa membangun fasilitas MCK darurat di wilayah Waso yang menjadi salah satu daerah terdampak parah. Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sanitasi selama berada di lokasi pengungsian.
Lisna menegaskan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak tidak dilakukan Dompet Dhuafa seorang diri. Setiap kebutuhan yang belum dapat ditangani langsung oleh tim akan dikoordinasikan dengan pemerintah maupun organisasi kemanusiaan lainnya.
“Dompet Dhuafa tidak punya duit sebanyak itu, karena ini titipan amanah, infak sedekah dari banyak orang. Jadi kami jalan beriringan, bahu-membahu,” katanya.
Dalam menjalankan penanganan di lapangan, LKC Dompet Dhuafa berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, Basarnas, kepolisian, Puskesmas, serta Dinas Kesehatan setempat. Koordinasi dilakukan termasuk melalui grup tanggap darurat NTT untuk melaporkan titik-titik yang belum tersasar layanan sehingga dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang memiliki sumber daya dan kemampuan menjangkau lokasi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....