Dompet Dhuafa Perkuat Layanan Kesehatan Lansia dan Balita di Pengungsian

  • 02 Okt 2026 10:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penanganan kesehatan masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, juga difokuskan pada kelompok rentan, terutama lanjut usia serta bayi dan balita. Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa NTT melakukan pendampingan kesehatan sekaligus memastikan kelompok tersebut tetap mendapatkan pengobatan dan asupan gizi selama berada di pengungsian.

Officer Respon Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa NTT, Muhlisnah Usman mengatakan, kelompok lansia yang berada di pengungsian banyak mengalami penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan rutin. “Untuk kelompok rentan seperti lansia, memang banyak yang kesehatannya kronis seperti kita istilahnya Prolanis, infeksi saluran kemih, terus diabetes melitus, hipertensi,” kata Lisna saat siaran di RRI Kupang, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, pasien dengan penyakit kronis tersebut kemudian diarahkan kembali ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Tim juga melakukan edukasi serta berkomunikasi dengan pihak Puskesmas agar pengobatan rutin bagi pasien tetap berjalan selama masa pemulihan pascagempa.

“Untuk pengobatan itu kita kembalikan ke Puskesmas, kita edukasi dan komunikasi dengan pihak Puskesmas untuk lanjutkan obat rutinnya, karena memang harus lanjut pengobatan rutin per bulannya,” ujarnya. Sementara untuk kelompok bayi dan balita, LKC Dompet Dhuafa mengaktifkan Dapur PMBA atau Pemberian Makanan Bayi dan Anak.

Dapur tersebut menyediakan makanan bagi bayi dan balita sebanyak tiga kali sehari sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua atau pengasuh. “Dapur PMBA atau Pemberian Makanan Bayi dan Anak itu kita aktivasi dapurnya setiap hari, makan tiga kali sehari, terus juga edukasi kesehatannya,” kata Lisna.

Layanan tersebut dinilai penting karena kondisi pengungsian dapat memengaruhi tumbuh kembang anak dan meningkatkan risiko penurunan status gizi. Saat ini, Dapur PMBA telah didirikan di Desa Satar Kampas dan direncanakan mulai beroperasi di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, pada 5 Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....