SKO Flobamora Tetapkan Tiga Cabor Super Prioritas menuju PON 2028
- 18 Sep 2026 22:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamora NTT menetapkan tiga cabang olahraga sebagai super prioritas dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Ketiga cabang olahraga tersebut yakni kempo, kriket, dan atletik yang dinilai telah memiliki rekam prestasi hingga tingkat internasional.
“Saat ini yang menjadi super prioritas itu kempo, kriket, itu olahraga yang sudah mendulang prestasi; atletik. Tiga itu olahraga super prioritas yang sudah malang melintang di kancah internasional,” ujar Kepala SKO Flobamora NTT, Hironimus Pati saat berbincang di RRI Kupang, Kamis, 17 September 2026.
Dia mengatakan selain tiga cabang olahraga super prioritas tersebut, SKO Flobamora saat ini membina 10 cabang olahraga yang masuk dalam program pembinaan atlet. SKO juga tengah melakukan telaahan untuk menambah bola voli sebagai salah satu cabang olahraga yang dipersiapkan menghadapi PON 2028.
“Kami lagi menyiapkan diri untuk melakukan telaahan staf lebih lanjut untuk persiapan salah satu cabor lagi adalah bola voli, kami mau memasukkan lagi untuk persiapan PON,” katanya.
Dalam menghadapi PON 2028, SKO Flobamora juga telah menyusun peta jalan pembinaan yang mencakup tiga tahun persiapan, yakni 2026, 2027, dan 2028. Peta jalan tersebut menjadi bagian dari strategi SKO untuk mempersiapkan atlet secara bertahap hingga memasuki kompetisi PON.
Persiapan tidak hanya dilakukan melalui latihan rutin, tetapi juga diarahkan pada pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. SKO Flobamora telah membentuk tim sports science sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
“Jadi kami menyiapkan dengan menyambut PON ini tentu kami juga menyiapkan roadmap kami tersendiri untuk peta jalan untuk menghadapi PON. Yang kami sudah petakan dari tiga tahun terakhir ini: 2026, 2027, dan 2028,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan sports science menjadi langkah SKO Flobamora untuk meninggalkan pola pembinaan yang hanya mengandalkan metode konvensional. “Kami juga membentuk tim sports science di sekolah, itu dalam konteks pembinaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi tidak konvensional lagi, kita sudah mengarah ke situ,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....