Gubernur Melki Laka Lena Dorong HKTI Perkuat Sektor Pertanian di NTT

  • 17 Sep 2026 13:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pembangunan pertanian dan ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas penting Pemerintah Provinsi NTT sekaligus menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTT Periode 2026-2031 di Grha Cendana Universitas Nusa Cendana, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Gubernur Melki, sektor pertanian NTT pada tahun 2024 menyerap sekitar 2,3 juta tenaga kerja dan berkontribusi 28,9 persen terhadap PDRB NTT. Dengan potensi lahan kering mencapai sekitar 1,8 juta hektare, NTT memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.

“Karena itu, saya memandang kehadiran dan peran HKTI menjadi sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat kelembagaan petani. Selain itu juga ikut memperjuangkan kepentingan petani, dan membangun pertanian NTT yang modern, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Melki.

Gubernur Melki Laka Lena berharap, HKTI dapat menjadi rumah bersama bagi para petani, sekaligus ruang untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan petani. HKTI juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan serta mengawal kebijakan pembangunan pertanian.

Melki menyebut pertanian NTT menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan air, kondisi geografis dan topografi yang beragam, biaya produksi, akses pasar, fluktuasi harga hingga persoalan regenerasi petani. Untuk itu, menurutnya, pertanian NTT harus semakin adaptif, inovatif dan berbasis teknologi.

“Kita membutuhkan petani muda. Generasi muda harus melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan tradisional semata, tetapi sebagai sektor ekonomi masa depan,” katanya.

Melki Laka Lena juga berharap agar HKTI menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong regenerasi petani dan melahirkan petani-petani muda NTT yang modern, mandiri dan berdaya saing. Kepada pengurus DPD HKTI NTT periode 2026–2031 yang baru dilantik, Gubernur juga mengingatkan pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah, bukan sekadar koordinasi.

Ia mengajak HKTI membangun hubungan konstruktif dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota serta memastikan organisasi tersebut benar-benar hadir hingga di tingkat petani. Menurut Melki, keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur dari luas lahan yang ditanam atau jumlah produksi yang dihasilkan.

Ukuran akhirnya adalah meningkatnya pendapatan petani, membaiknya kesejahteraan keluarga petani, terbukanya masa depan yang lebih baik bagi anak-anak petani, serta semakin banyak generasi muda yang melihat pertanian sebagai masa depan. (rls/baldus/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....