UKAW Latih Pemuda Desa Oh’aem Olah Pisang Jadi Produk Kuliner Wisata
- 15 Sep 2026 14:13 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang melalui Fakultas Teknologi Pertanian mendorong pemuda Desa Oh’aem, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk kuliner bernilai ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unggulan Fakultas bertajuk “Pelatihan Pengolahan Hasil Pekarangan bagi Pemuda di Desa Oh’aem Lelogama”, yang berlangsung pada 5–6 September 2026 di Aula Serbaguna Kantor Desa Oh’aem.
Kegiatan melibatkan dua dosen Fakultas Teknologi Pertanian UKAW, yakni Regina I.M. Banoet, SP., MP. dan Ir. Zet Malelak, M.Si., serta dua mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Leo Nauk dan Riko Soge, sebagai asisten pelaksana.
Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari pemuda-pemudi, ibu RT, dan aparat desa mengikuti pelatihan pengolahan komoditas lokal, terutama pisang, jagung, dan umbi-umbian, menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual serta dikemas secara higienis.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Oh’aem, Mesak Abednego Tanaos, dan mendapat dukungan Ketua PKK Desa Oh’aem, Marci Henderina Tanaos Safi. Marci sebelumnya telah mengembangkan produk keripik pisang dan keripik ubi dengan merek Ma’Chi, yang berpotensi dikembangkan menjadi beragam produk kuliner lokal.
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UKAW, Regina Ilse Marcelina Banoet, mengatakan kegiatan pengabdian tersebut dipilih karena Desa Oh’aem memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata, sekaligus didukung komoditas pisang dengan cita rasa khas.
“Bentuk pengabdian ini dipilih berdasarkan letak Oh’aem yang berpotensi menjadi desa wisata dan didukung komoditas pisang yang cita rasanya khas,” kata Regina.
Menurutnya, pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya pemuda, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diarahkan mengembangkan olahan pisang dengan berbagai varian rasa kekinian, seperti pisang bakar keju, cokelat, dan gula kacang. Produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan di kawasan wisata Tangga Seribu dan Bukit Teletubbies, sekaligus menjadi bagian dari aktivitas ekonomi pendukung pariwisata.
Pengembangan kuliner berbasis komoditas lokal juga dinilai relevan dengan potensi wisata Desa Oh’aem yang memiliki destinasi mata air panas. Kehadiran produk pangan lokal yang dikemas secara higienis diharapkan mampu memberikan pengalaman kuliner sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Kepala Desa Oh’aem, Mesak Abednego Tanaos, menyampaikan apresiasi kepada UKAW, khususnya Fakultas Teknologi Pertanian dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, yang telah mendukung pengembangan potensi kuliner lokal masyarakat.
Program pendampingan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut pada pengembangan produk, pemasaran, dan penguatan usaha pemuda. Dengan demikian, hasil pertanian lokal dapat memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan Desa Oh’aem sebagai kawasan wisata. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....